Skip to main content

Posts

Showing posts with the label novel

(ARAH) BAB 5 - KEPUTUSAN

2 minggu sudah aku tidak diberi kabar oleh Mas Raka dan tiba tiba dia meneleponku, menanyakan kabarku, akan tetapi dia selalu curiga denganku. Entah ada apa ini, baru 2 bulan berjalan hubunganku dan juga perkenalanku, tetapi Mas Raka sedikit berubah. Aku bukan sedih hanya heran saja yang tidak diberi kabar adalah aku,dan mengapa dia malah curiga kepadaku, bukankah seharusnya aku yang mempunyai rasa itu kepadanya. Sedikit memahami lagi,mungkin dia curiga karena selain jarak kami jauh.

(ARAH) BAB 4 - RUTINITAS

"Mas pagi ini, aku pengen pulang ke kos soalnya besok masuk" ,kataku setelah bangun jam 5 pagi "iya nanti aku anterin didepan cari taxi ya", katanya yang membuatku kaget "taxi?, bukannya mas mau nganter aku sampai bandara?, masak naik taxi!", kataku heran "Dek, siang nanti mau bawa mobil ke bengkel, kan ngga mungkin nganterin kamu dek", katanya santai sambil menyalakan rokonya "terus?!", kataku tinggi "ya kamu naik taxi dulu", katanya santai "terserah deh mas , suka suka mas aja ", kataku pasrah. aku sedikit kecewa dengan perlakuannya, yang tidak dapat kuungkapkan saat itu juga. akupun sampai di kos dan melanjutkan kegiatan seperti biasa.

(ARAH) BAB 2 - PETUALANGAN

"beb, pulang yuk, udah jam 2 nih", kata Arta teman ku. "eh iya yuk, tunggu ya aku prepare dulu", kata ku "hari ini kamu lain lo kerja nya, semangat banget, cerita dong kenapa ?", kata Arta "haha masak sih, semangat, ya kan emang kerja harus semangat Ta", kataku mengalihkan pembicaraan seperti tak ada sesuatu yang special. Mungkin kalau aku membagikan nya pada Arta, dia akan ingin tahu lebih dalam, dan ini masih terlalu dini untuk menceritakan kejadian special ini yang tanpa tidak sadar sudah merubah semangat kerjaku.

(ARAH) BAB 1 - PERTEMUAN

Aku Devi Cecilia antara 19 tahun, Aku bekerja di suatu perusahan swasta di kota tangerang. Aku bersyukur mendapatkan pekerjaan yang aku tak pernah menduga sebelumnya. Yap aku bekerja di suatu perusahaan airlines, dimana pekerjaan itu sangat menuntut performa profesional kita. Keadaan ini membuatku harus terpisah dari orang tua. Siap tidak siap, aku harus siap demi masa depanku.

ARAH

H idup seperti perahu yang sedang berlayar, terombang ambing dilautan lepas dan memerlukan dermaga untuk sejenak berlabuh, lalu meneruskan menuju tujuan. Hidup juga seperti layang layang, dimana kita menarik ulur layangan itu untuk dapat terbang melayang diatas, apabila terlalu kencang menarik atau terlalu mengulur dan tanpa dikendalikan maka layang layang akan turun atau bahkan lepas.

BERWISATA SYALALA

Cegrekkkkk Suara pintu tua dibuka,yahhh siapa lagi sikembar Lina dan Lita sepulang dari gereja langsung menuju kamar dan bersiap siap untuk berwisata sesuai info Ibu Nani kemarin. "Lit,aduh aku bawa apa lagi ya,kok ada yang kurang ya dodo udah,baju udah,topi udah",kata Lina mempersiapkan tasnya yang sudah berkali kali ia buka tutup macam jalan. "Hmm lin,ngga dibawa sekalian tempat tidur ini",kata Lita agak cuek. "Mulai deh,lit,masa tempat tidur dibawa huft",kata Lina cemberut. "Lagian kamu gembul,ngapain bingung coba ,hmmmm",kata Lita "Ihhh kamu yang gembulll,huuuuuuu",kata Lina tak terima "Gembul gembul,ngga bisa larii jadi terus tiap main,wek wek wek",kata Lita mengejek "Ihhhhh,litaaaa,biarin biarinnn",kata Lina sedikit berteriak. "Hahaha, wek wek", kata Lita puas

MY TWIN MY LIFE

"Litaaaa,aku disini", Lina berlari "Lina,,kamu dimana", Lita meraba raba "Aaaaaa ketangkepp",kata Anak yang lain. "Aaaaaaa Linaa, sembunyi sembunyi aku maw kesana", kata Lita "Aaaaaaa tangkap ayo aku disini wek wek wek", kata anak anak. "Anak anak waktunya makan siang sayang", teng teng teng, kata Mba Ratih pengasuh mereka yang menghentikan permainan mereka,dengan memukul lonceng yang biasa dibuat tanda mereka istirahat, bekerja dan tidur. "Iya bu, makan apa hari ini kita", kata Lina manja dan mulai bergelayut di tangan Mba Ratih.

CUTE BABY GIRL

Oek oekk ooeeekkkkkkkkkkkk Tangisan suara bayi keluar yang saling bersahutan, yah bayi itu kembar. Tiada tawa bahagia yang menyambut mereka, tiada tangan yang menyentuh mereka. Ibu bayi itu meninggal setelah mereka dilahirkan dan malam itu hanya menyisakan tangisan anak kembar itu yang terus menangis karena hawa dingin yang menerpa kulit mereka. -------------------------------------------------------------"uaaaheeemmmmm,,,kok ada suara tangisan bayi?,perasaan panti ini tak ada bayi yang tinggal?", kata Ibu Nani pimpinan panti itu yang kebetulan tidak pulang ke rumahnya malam itu,karena ditinggal suaminya yang sedang bertugas ke luar daerah. Rasa ingin tau Ibu Nani mengalahkan rasa kantuknya malam itu, langsung saja Ibu Nani merapihkan rambut nya dan membawa senter untuk penerangan nya, padahal tanpa senter pun panti itu sudah terang.