Episode 2
"Malam mi pi",kata Eline sambill mencium pipi mereka masing masing
"Mm,,tumben sayang pulangnya agak maleman?",kata Mami
"Iya mam,ya biasalah kerjaan nya numpuk",kata Eline sambil mencuci tangan sebentar dan bergabung bersantap malam
"Lin,kamu bisa kan anniversary mami sama Papi kamu tinggal dirumah aja?,Mami sama Papi pengen banget deh anak anak Mami sama Papi kumpul",kata Mami
"Oh boleh mam kapan?,biar nanti Eline usahain",kata Eline sambil meminum seteguk air putih dan mengambil piring untuk mengambil makan malamnya
"Ko diusahain sih,Mami maunya kamu ada pasti sayang,mami mau adain acara kaya nikahan lagi,Mami juga undang kaka kamu Rendi dan Bara,Mami sama Papi pengen deh sekali kali kumpul",kata Mami serius sambil memasukkan suapan nasi di mulutnya
"Iya sayang,Papi akan ambil cuti sebulan untuk quality time dengan cucu Papi dan anak Papi,dan mereka sudah setuju ambil cuti untuk ke Indonesia",kata Papi sambil memasukkan makanan kedalam mulut
"Mmb,iya Mi,aku ambil cuti deh",kata Eline sambil memasukkan makanan jug
"Nahhh gitu dong,,Mami seneng kalian bisa kumpul kan",kata Mami memegang pundak Eline
Malam itu Eline bersiap untuk tidur dan telfon pun masuk,terlihat dari jauh nomor baru di handphone nya,dia berpikir sejenak dan mati.
Takberapa lama berdering kembali dengan nomor yang sama dan Eline pun menyalakan lampu duduk dan menerimanya
"Hallo selamat malam",kata Eline
"Seharusnya kamu tanggap ada telfon dari saya,saya pengen kamu kekantor sekarang!!",kata Pak Reza dari seberang
"Hah?,pak maaf ini jam istirahat saya ya",kata Eline
"Saya bos kamu Nona Eline,apakah begini Attitude anda sebagai karyawan saya?,oh atau anda belum diberi tau Bapak Dirga tentang…",segera disahut Eline
"Amm sudah pak,saya sudah mengetahui nya,dan besok pagi saya akan kesana",kata Eline
"O tidak anda harus kesini sekarang juga,saya tunggu di kantor saya sekarang!!!!!",kata Pak Reza sambil menekan tanda perintah dan mematikan telfonnya.
Seketika Eline berpikir keras,bagaimana ia melakukan nya,yah demi perusahaan nya ia rela melakukan nya.
Dan Eline pun bersiap ke kantor pak Reza
"Lin,kamu mau kemana malam malam gini?",kata Mami
"Mm,,ada kerjaan mam",kata Eline berhenti dan berbalik sejenak
"Ko,malam malam sih sayang,biasanya enggak",tanya Mami
"Iya mam,skrg harus kerja di dua perusahaan sekaligus ,,dan bos Eline yang satu minta hari ini juga Eline harus kesana",kata Eline menjelaskan
"Pergi ya mam",kata Eline sambil mencium pipi Maminya
"Hati hati ya sayang,,,malem malem gini sih,,hmmm",kata Mami seperti khawatir dengan keadaan anaknya ini.
Dan Eline pun melajukan mobilnya segera,setibanya di kantor ,tak ada satupun kegiatan disana,
Semua sepi dan tidak ada satupun karyawan yang ia temukan.Eline pun memasuki ,kantor dengan lift dan segera memasuki ruangan Pak Reza.
Sesampainyadisana dia mendapat tepuk tangan dari pak Reza yang sudah menunggunya.
"Hah,anda tertib juga ya,,yah paling tidak sudah sesuai dengan type karyawan andalan saya,,",kata Pak Reza sambil akan meninggalkan kantornya
"Pak,maaf saya kerja sekarang?, sedang kan bapak sendiri pergi?",kata Eline heran dengan kelakuan bos barunya ini
"Kerja?,saya ngga ada nyuruh ada kerja,saya hanya ingin anda ke kantor ,,dan ternyata anda cukup tanggap dengan perintah saya",kata Pak Reza sambil meninggalkan dia sendiri
"Ya Tuhan mesti sabar gimana lagi gue sama ni anakkkkk,,",kata Eline sambil menghentakkan sepatunya
Dan Eline pun menuju lift dengan buru buru dan satu lift dengan Bapak Reza.
Mereka pun terdiam dan liftnya mati.
"Oh s**t,,ini,woyyy siapa diluar,,bukain pintu lift gue",kata Eline sambil menggedor pintu lift
"Eh gue ngga becanda ni lift mati sumpahhhh",kata Eline sambil menendang pintu itu
"Bapak ko diem aja,telfon ke apa kek sama karyawan bapak",kata Eline mulai emosi kepada bosnya itu.
"Norak",kata Pak Reza sambil memencet mesin tersembunyi di lift itu dan terbuka pintunya.
"Gue norak? ,,ya iyalah kantor loe mana gue paham kode rahasia",kata Eline dalam hati dan masih terpaku memandang kesal pak Reza
"Kamu mau saya kunci di kantor saya?",kata Pak Reza
Segera pertanyaan nya membuyarkan lamunannya dan segera mengikuti langkah pak Reza yang sangat cepat.
Setelah keluar segera pak Reza memencet kunci mobilnya untuk mengunci kantornya dan juga membuka kunci mobilnya. Secara bersamaan menggunakan satu tombol
Eline yang masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya,masih terpaku dan sadar ketika mesin mobil pak Reza berbunyi.
"Oiya saya harap besok kamu bisa bangun lebih awal,karena kamu akan mempresentasikan,detail perusahaan kamu untuk saya dan jajaran direksi saya,jam 6 tepat saya tunggu",katanya sambil menginjak gas dan mobilnya pun menghilang dari baseman.
Belum sempat Eline menjawab,Bapak reza sudah menekan gas kencang meninggalkannya,Eline pun menuju rumah dengan segera,untuk mempersiapkan bahan besok pagi.
Pagi hari
"Pagi mam ,pap,mm pergi mam pap",kata Eline sambil meneguk segelas susu yang tersedia
"Loh ko buru buru,ngga sarapan?",kata Mami
"Ngga sempet mam,ada meeting pagi mam,takut telat",katanya sambil mencium pipi mereka
"Sayang tapi mami siapin sandwich,Eline……",dan Eline pun sudah berlalu dengan mobilnya
Eline sesegera mungkin untuk sampai ke kantor barunya dan yah tepat jam 6 dia sudah sampai kantor beserta berkas berkasnya.
"Mbak Eline,Pak Reza memanggil anda",kata sekertaris pak Reza
"Ok sebentr lagi saya kesana makasih ya",kata Eline dengan senyuman
Setelah merapihkan berkasnya dia bergegas ke lantai paling atas ke ruangan pak Reza
"Selamat pagi pak,ini berkas yang akan saya presentasikan nanti di meeting Kita",kataku menyerahkan berkas itu
"Oke saya terima,kita keruangan meeting sekarang",
Dengan lugas gamblang dan jelas Eline menjelaskan dan menjawab semua pertanyaan direksi tentang perusahaan tempatnya bekerja,seperti biasa masalah negosiasi atau presentasi Eline lah jagonya,dan beberapa direksi pun sudah menyetujuinya bahkan menjelaskan prospek kedepan ,apabila penanaman modal ini terjadi.
"Oke,saya harap kamu tidak besar kepala ya dengan pujian beberpa direksi saya tadi",kata Pak Reza sambil duduk di balik meja di ruangannya yang diikuti Eline duduk di depan mejanya.
"Oh maaf pak Pujian sudah sering saya terima(sedikit menyombongkan dirinya),baiklah pak, apabila bapak sudah setuju bapak bisa tandatangani berkas kami,dan segera kami proses untuk selanjutnya",kata Eline
"Saya setuju,tapi saya belum akan tandatangan,masih ada syarat dari saya",tegas Pak Reza
"Syarat apa itu pak?",kata Eline
"Saya membutuhkan anda di perusahaan ini untuk menjadi asisten saya, menyiapkan segala keperluan saya beserta, keperluan perusahaan yang saya miliki,jadi kamu bekerja penuh untuk saya",kata Pak Reza
"Tunggu tunggu,maaf ,asisten?,kata Eline
"Yah mulai sekarang pagi kamu harus siapkan keperluan saya dan berangkat kekantor bersama saya menyiapkan keperluan perusahaan beserta permasalahan nya",kata Pak Reza
"Pak maaf,ngga bisa gitu,saya juga ada kepentingan dan keperluan saya sendiri pak,dan…",kata Eline
"Dan saya ngga butuh penolakan",kata Pak Reza tersenyum dan menyerahkan kontrak yang sudah ditandatangani oleh pemilik perusahaan tempat nya bekerja,dan tanda tangan pak Reza
Eline terheran dan sangat terkejut melihatnya
"Pak ini..",kata Eline terpotong dengan isyarat pak Reza untuk berhenti
"Sudah sah,dan jelas,saya pergi dan lakukan tugasmu besok,ini alamat apartemen saya,saya tidak suka orang terlambat oke?",kata Pak Reza mematikan puntung rokoknya segera
"What?,oh sumpah Tuhan,,,apalagi ini,",kata Eline memijat kepalanya dan berkacak pinggang mencoba mensabarkan dirinya.
Comments
Post a Comment