Skip to main content

MY TWIN MY LIFE

"Litaaaa,aku disini", Lina berlari
"Lina,,kamu dimana", Lita meraba raba
"Aaaaaa ketangkepp",kata Anak yang lain.
"Aaaaaaa Linaa, sembunyi sembunyi aku maw kesana", kata Lita
"Aaaaaaa tangkap ayo aku disini wek wek wek", kata anak anak.
"Anak anak waktunya makan siang sayang", teng teng teng,
kata Mba Ratih pengasuh mereka yang menghentikan permainan mereka,dengan memukul lonceng yang biasa dibuat tanda mereka istirahat, bekerja dan tidur.
"Iya bu, makan apa hari ini kita", kata Lina manja dan mulai bergelayut di tangan Mba Ratih.

"Hari ini bukan Mba Ratih yang menyiapkan, sayang ayo kita tengok ", kata Mba Ratih yang membenarkan mereka memanggil dirinya,
Mba Ratih sangat senang dipanggil Mba walaupun dia sudah berumur 30 an.
Lita dan Lina sudah berumur 7 tahun, dia sudah bisa ditinggal di Panti bersama anak anak lain. Anak anak di panti itu hanya 20 orang saja, yang rata rata mereka sudah berumur 13 tahunan lebih. Panti itu terletak di ibu kota, dibawah asuhan Ibu Nani, Mba Ratih dan masih banyak lagi. Panti itu sengaja didirikan ibu Nani dan Bapak Handojo yang keduanya sangat aktif di kegiatan kesosialan entah di dunianya sendiri kebayangkarian, atau diluar itu. Kebayangkarian, iya Bapak Handojo merupakan seorang anggota Polri yang berpangkat Letkol yang menjadikan ibu Nani ibu bayangkari.
Selain itu Bapak Handojo dan Ibu Nani sangat ingin mendidik anak anak yang terlantar dan tidak mendapat perhatian,yah berlatar belakang mereka sudah tidak dapat mendidik buah hatinya yang sudah tidak mungkin hadir diantara mereka.

Mba Ratih yang merupakan adik ipar Ibu Nani yang juga bersuamikan aparat negara, akan tetapi dia bersuamikan TNI AD, ibu persit itulah Mba Ratih.Mba Ratih mempunyai 1 anak yang kini sudah berusia 7 tahunan juga, sama dengan usia Lita dan Lina. Mba Ratih yang juga sangat suka bersosial bersedia membantu ibu Nina mengasuh anak anak itu. Kedua perempuan hebat itu berhasil mencetak anak anak yang disiplin mandiri dan pintar, anak anak dipanti tidak dibiarkan mereka menyeleweng sedikit pun dan mereka buat pintar beragama, walaupun banyak tantangan yang mereka temukan. Mendidik anak dengan sifat yang bermacam macam bukanlah sesuatu yang mudah, tapi ibu Nina dan Mba Ratih bisa mematahkan itu semua. Anak anak di panti itu tidak sedikit yang sukses, dan keluar dari panti sesekali berkunjung ke panti itu yang sudah merawat mendidik dan membesarkan mereka semua.

  "Lin, enak ya masakan nya Ibu Nani, aku suka makan sop nya si Ibu, hihi , dari tadi aku nambah 2 kali", kata Lita sambil terus mengunyah.
"Ihh, kamu Lit, makann terusss, itu perutmu gembul tuuu, nanti kamu ndak bisa lari lari lagii tauuuu", kata Lina sambil memanyunkan bibir imutnya.
"Ihh biarin Lin,biarin kamu yang jaga terus wek wek,masa tiap mainan aku yang nyelamatin kamu terusss,,,jadi kalo aku gembul.....",kata Lita mengernyitkan mata sbelahnya karena ia belum bisa mengerlingkan matanya.
"Ihh jangan dongg lita hihi, lope u deh, hihi, eh ngomong ngomong kita ngapain ya sore ini,, nyapu udah, tadi beres beres udah, mmmmm", kata Lina

"Mmm, mungkin ada siraman rohani", ka ta Lita santai
"Iya ya, aku pengen deh sesekali keluar kemana gitu, capek tauu didalam terus Lit sama kaya temen temen di sekolah yang crita crita itu Lit", kata Lina sambil menyandarkan kepalanya di meja.
"Hihi lina sayang,, jangan gitu dong kan kita juga dikasih waktu sama ibu Nani kan sama Mba Ratih kalo mau kemana diantar sama om om tentara atau polisi itu,,tapi ada jarak waktu nya ", kata Lita

menyentuh hidung lina dengan jari telunjuknya sambil mendudukan lututnya dikursi agar sejajar dengan lina.
"Hmm capek dehhh",kata Lina menyerah.
"Hihi,gimana kalau kita mainan boneka,udah lama nih maen dihalaman, si dodo jarang kita ajak maen ayuk", kata Lita mencarikan ide
"Ayoooo", kata Lita menarik tangan Lina cepat cepat sambil berlari.

Lina dan Lita saudara kembar yang semakin hari semakin kentara sifat mereka, Lina yang suka gugup, tidak percaya diri, suka merasa bersalah apabila membuat kesalahan , disandingkan dengan Lita yang sigap cuek tapi penyayang, ya Tentunya menyayangi saudara kembarnya itu.
Entah siapa yang terlahir lebih dulu saat itu tanpa mereka ketahui siapa kakak siapa adik yang mereka tau mereka hanya saudara kembar.

"Hai dodo, kamu udah lama ni ngga diajak ngobrol sama kita kamu ngga kangen?", kata Lita
"Dodo, aku mau curhat ini do", kata lina
"Eh tunggu tunggu Lin, kan Dodo mau main masa diajak curhat kan kamu udah curhat sama akuu tadi ", kata Lita mencegah Lina
"Ihh Lita, aku kan kangen Dodo", kata lina
"Dodo mau maen apa mau curhat hayo?", kata Lita
"Apa maen?ha? Curhat??", kata Lita menggoda lina
"Ahaaahahhahah,Litaa", tawa Lina memecah.
Tok tok tok tok

Tiba tiba ada suara pintu diketok mereka terdiam dan Lina yang juga seorang penakut langsung bersembunyi di balik punggung Lita.
"Ih,sanaan Lin,,apa sih,,berat tau",kata Lita
"Ihh Lita,aku ngga gembul gembul bangett tauuuu",kata Lina
"Lit,bukain gihhh,takut aku gimana kalo itu......",kata Lina
"Apa setan?",kata lita pendek
"Lita,ihhhh jangan ngmg itu ini udah mahgrib ihhh,dilarang", kata Lina sambil menarik baju bahu Lita.
"Lina,aku ngga bisa jalan,kalau kamu tarikk", kata Lita
"Oh iya ya, yaudah deh peluk dodo aja, dodo atutttt", kata Lina

Lita pun berjalan ke arah pintu dan membukakan pintu itu, tanpa memandang lina yang sudah heboh sendiri.
"Hai sayang,lagi apa kalian", kata Ibu Nani
"Oh ibu Nani hehe,kita lagi maen boneka bu hehe", kata Lita
"Sayang lina kamu ngapain ko,mukanya ketakutan gitu?", tanya Ibu Nani sambil menyibakkan rambut anak itu.
"Iya tuh bu, si Lina udah takut pas ibu ketok pintu tadi", kata Lina sambil menutup pintu
"Ahhahaa Lina takut sayang?,hmmm kan sering disirami rohani masih takut juga, Lina kebanyakan nonton apa sih?", kata Ibu Nani tertawa geli melihat keanehan anak anak kembar yang semakin hari semakin besar.
"Hehe iya bu, Lina ngga takut ko", kata Lina sambil memeluk Ibu Nani.
"Oiya sayang, besok sehabis pulang dari gereja, kita jalan jalan ayuk,sama kakak kakak juga", kata Ibu Nani

"Yeaayyyyyy, akhirnya jalan jalan juga yeay yeya yeay", kata Lina sambil melompat lompat keudara memeluk Dodo.
"Hmm, anak sedikit alay", kata Lita cuek
"Yeeee,biarin emang Lita ngga senang diajak jalan-jalan sama ibu, weeekkkk", kata Lina
"Ssst sudah sudah,,persiapkan sendiri ya nak barang barang mu", kata Ibu Nani sambil memisahkan perdebatan kecil itu.
Ibu Nani dan Mba Ratih sesekali mengajak anak anak di panti itu jalan jalan, sekedar melepas penat kegiatan mereka.
Refreshing yang mereka lakukan di program setahun sekali sebagai hiburan anak anak agar tidak terlalu fokus dengan permasalahan dan kegiatan rutin anak anak itu.

"Lit, aku ngga bisa tidur ini, bangun kek", kata Lina membangunkan Lita
"Hmmm", kata Lita mengantuk
"Ihh,litaaaaaaaaaaa", kata lina berteriak di telinga "Aduhhhhhh Linaaa, ngantuk ini aku, apa sih kenapa ngga bisa tidur?, kata Lita membalikkan badannya
"Hehe, besok kita mau kemana ya hehe, terus ngapain, makan apa ya?", kata lina
"(Sambil menguap)huahemmmmmm, daripada mikirin itu mending kita bobok, awas tar DoDo berubah jadiiiii....",kata Lita menakut nakuti Lina
"Ihhh ngga mau", teriak lina sambil menutup selimutnya dan tidurlah mereka.

Comments

Popular posts from this blog

(ARAH) BAB 2 - PETUALANGAN

"beb, pulang yuk, udah jam 2 nih", kata Arta teman ku. "eh iya yuk, tunggu ya aku prepare dulu", kata ku "hari ini kamu lain lo kerja nya, semangat banget, cerita dong kenapa ?", kata Arta "haha masak sih, semangat, ya kan emang kerja harus semangat Ta", kataku mengalihkan pembicaraan seperti tak ada sesuatu yang special. Mungkin kalau aku membagikan nya pada Arta, dia akan ingin tahu lebih dalam, dan ini masih terlalu dini untuk menceritakan kejadian special ini yang tanpa tidak sadar sudah merubah semangat kerjaku.

Apa yang Gani minta?

Pas Umroh kemaren gue sering jalan bareng-bareng Gani, sepupu gue yang masih kelas 5 SD. Si Gani ini, solatnya kenceng banget. Waktu solat di raudoh (tempat diantara makam nabi ama mimbarnya, yang katanya bakal dikabulin segala doa), dia solat dengan sangat khusyuk, solat terusss kerjaannya.