"beb, pulang yuk, udah jam 2 nih", kata Arta teman ku.
Suatu hari handphone mas Raka pun mendadak tidak bisa dihubungi. Semua media sosial pun tidak ada. aku mencoba bepikir positive thingking, mungkin dia sedang sibuk dan belum bisa di ganggu. Satu hari oke, dua hari tetap aku biarkan dan tiga hari cukup membuat aku emosi. Aku mencoba menghubungi dan ternyata tidak aktif nomor hp nya.
"eh iya yuk, tunggu ya aku prepare dulu", kata ku
"hari ini kamu lain lo kerja nya, semangat banget, cerita dong kenapa ?", kata Arta
"haha masak sih, semangat, ya kan emang kerja harus semangat Ta", kataku mengalihkan pembicaraan seperti tak ada sesuatu yang special. Mungkin kalau aku membagikan nya pada Arta, dia akan ingin tahu lebih dalam, dan ini masih terlalu dini untuk menceritakan kejadian special ini yang tanpa tidak sadar sudah merubah semangat kerjaku.
Patah semangatku saat itu juga, mungkin karena proses pertemuan kita yang singkat jadi kepergian pun juga singkat. Tak lama handphone ku berdering
"Hallo", kata ku.
"dik dimana?", katanya seolah - olah semuanya tidak terjadi apa - apa.
"kerja", kata ku singkat dengan nada tinggi.
"Handphone ku, ngadat dik masuk bengkel dan ini baru jadi" , kata nya seolah - olah sudah mengerti aku butuh jawabannya.
"Emang nggak bisa ya, ngabarin kek pakai handphone teman atau yang lainnya", kataku sedikit meninggi
"Ya, HP aku rusak dik, aku nggak mau ngabarin kamu pakai HP teman", kata nya yang tidak kalah meninggi
"Yaudah lah terserah", kata ku.
"Kamu tidak percaya?, bisa chek dik, ding bengkel Handphone", kata nya menantangku.
aku pun terdiam dan kubiarkan saja semua penjelasannya ku terima dan kupahami, ini kesalahan pertamanya jadi aku mencoba untuk memaafkan nya toh cuma 3 hari mungkin aku kurang santai menghadapinya.
Semenjak kejadian itu, mas Raka sering meneleponku, meski tidak sesering awal kami berpacaran yang penting dia masih mengabariku setiap dia punya waktu longgar.
"dek, kamu ke kos ku ya, kan besok libur", kata nya.
"nginep, nanti aku tidur dimana mas ?", kata ku.
"kamu di kos nanti aku di rumah komandan", kata mas Raka.
Aku sedikit tidak yakin dengan pernyataan itu. Aku pun terdiam dengan ajakannya itu. Selang beberapa hari dia pun mengulangi kembali permintaan nya itu, dan akhirnya aku pun meng iya kan pastinya dengan tetap berpikir positive thinking dan tidak memancing sesuatu yang tidak di inginkan terjadi.
Aku pun memulai perjalan setelah pekerjaan ku di jadwalkan libur 2 hari. aku naik bus umum yang tujuaan bandara ke kampung rambutan, sedikit takut, tapi tidak apa - apa kan nanti aku di jemput sama mas Raka jadi tidak usah khawatir.
"dek, dimana ?", kata mas Raka. Menanyakan keberadaanku.
"di dalam bus damri, ini baru keluar bandara", kataku ku saat itu pukul 5 sore.
"lama banget, macet kah ?", kata nya masih lembut.
"agak macet sih mas", kata ku
"Hallo", kataku sambil menegakkan sandaran
"dimana sih dek,lama sekaliii!!", katanya
"ini mas lagi nyampe..hmmm", kataku karena aku belum begitu paham aku pun melihat kearah jendela luar, dan karena sudah setengah tujuh malam aku tidak dapat melihat tulisan di kanan kiriku.
"dekkk,dimanaaa sihhh!!!", katanya
"bentar mas ,aku ngga tau daerah mana", kataku
"ko ngga tau sihh, coba lah baca tulisan samping kamu, aku nungguin kamu lama sekali, kamunya ngga ngerti ngerti", katanya
aku yang amat sensitif saat itu, kubiarkan saja perkataannya, aku terus berusaha mencari tau dimana aku sekarang.
"taman anggrek, ini aku sampai taman anggrek mas", kataku kegirangan
"ko baru sampai situ, terus, yaudah, ini aku tunggu di taman mini, kamu turun situ aja", katanya sambil mematikan telefonnya. Aku pun berbicara kepada kondektur bis, bahwa aku turun di taman mini saja. Setelah aku turun aku mencari Mas Raka, yang katanya sudah menungguku lama. Ku cari setelah 10 menit barulah dia muncul.
Hatiku sangat senang, melihat dia ditengah malam ini, entah mau dibawa kemana aku malam ini, langsung aku memboncengnya dan menuju ke kosnya.
"masuk dek", katanya
"iya mas", kataku
"mau makan apa kamu?, nasi goreng?, mau?", katanya
"yaudah apa aja deh", kataku
kosnya tak begitu megah, tapi cukup untuk tinggal sendiri dan cukup nyaman. Setelah makan malam aku pun beristirahat dan berbaring sejenak di kamar Mas Raka.
"capek dek?", katanya
"ngga terlalu sih mas", kataku
Saat pagi hari, aku bangun dan langsung melihat mas Raka yang tidur disampingku, sedikit terkaget, bahwa Mas Raka tidur satu kamar denganku.
"mas mas bangun mas", kataku sambil menggoyangkan badannya
"hmm, jam berapa ni dek", katanya sambil membuka sedikit matanya
"setengah enam pagi mas", kataku
"yaampun dekk, hari ini aku jemput komandan di bandara, haduhh, aku mandi dulu ya", katanya sambil terburu buru ganti baju
"mas,tapi aku pul.....", kataku terpotong
"aku pamit dulu, kamu tinggal disini dulu ya, nanti tak kabarin", katanya dan segera pergi padahal aku juga ingin ikut agar aku bisa pulang, tapi nyatanya aku harus tinggal disini sampai mas Raka tidak sibuk. Hem mau tidak mau aku harus mengerti keadaannya yang terburu buru harus mengemban tugasnya. Sekitaran jam 10 pagi Mas Raka menelponku
"dek, udah makan?", kata Mas Raka
"sudah mas" ,kataku
"maaf ya belum bisa mengantar pulang, soalnya komandan harus dijemput, kan ngga mungkin bareng komandan", katanya
"iya", kataku antara percaya dan tidak kata katanya, tapi yasudahlah.
"marah?", kata Mas Raka
"nggak ko", kataku
"yaudah aku balik lagi, jangan lupa mandi makan ya dek", katanya perhatian.
setelah komunikasi itu aku pun tidur kembali karena tidak ada hal yang berarti yang bisa aku kerjakan.
"yaudah aku dah nunggu di terminal nih cepet ya", katanya pelan sambil menutup telefonnya. karena didalam bis musiknya lumayan pelan dan juga bagus akupun tertidur. Handphone ku berbunyi keras dan aku pun terperanjat
"Hallo", kataku sambil menegakkan sandaran
"dimana sih dek,lama sekaliii!!", katanya
"ini mas lagi nyampe..hmmm", kataku karena aku belum begitu paham aku pun melihat kearah jendela luar, dan karena sudah setengah tujuh malam aku tidak dapat melihat tulisan di kanan kiriku.
"dekkk,dimanaaa sihhh!!!", katanya
"bentar mas ,aku ngga tau daerah mana", kataku
"ko ngga tau sihh, coba lah baca tulisan samping kamu, aku nungguin kamu lama sekali, kamunya ngga ngerti ngerti", katanya
aku yang amat sensitif saat itu, kubiarkan saja perkataannya, aku terus berusaha mencari tau dimana aku sekarang.
"taman anggrek, ini aku sampai taman anggrek mas", kataku kegirangan
"ko baru sampai situ, terus, yaudah, ini aku tunggu di taman mini, kamu turun situ aja", katanya sambil mematikan telefonnya. Aku pun berbicara kepada kondektur bis, bahwa aku turun di taman mini saja. Setelah aku turun aku mencari Mas Raka, yang katanya sudah menungguku lama. Ku cari setelah 10 menit barulah dia muncul.
Hatiku sangat senang, melihat dia ditengah malam ini, entah mau dibawa kemana aku malam ini, langsung aku memboncengnya dan menuju ke kosnya.
"masuk dek", katanya
"iya mas", kataku
"mau makan apa kamu?, nasi goreng?, mau?", katanya
"yaudah apa aja deh", kataku
kosnya tak begitu megah, tapi cukup untuk tinggal sendiri dan cukup nyaman. Setelah makan malam aku pun beristirahat dan berbaring sejenak di kamar Mas Raka.
"capek dek?", katanya
"ngga terlalu sih mas", kataku
Kami berbincang lama dan semakin dekat. Kami membincangkan beberapa kegiatan kami, dan yahh cerita sedikit ttg pekerjaan mas Raka. Semakin dekat nya kami, kami pun tertidur berasama.
Saat pagi hari, aku bangun dan langsung melihat mas Raka yang tidur disampingku, sedikit terkaget, bahwa Mas Raka tidur satu kamar denganku.
"mas mas bangun mas", kataku sambil menggoyangkan badannya
"hmm, jam berapa ni dek", katanya sambil membuka sedikit matanya
"setengah enam pagi mas", kataku
"yaampun dekk, hari ini aku jemput komandan di bandara, haduhh, aku mandi dulu ya", katanya sambil terburu buru ganti baju
"mas,tapi aku pul.....", kataku terpotong
"aku pamit dulu, kamu tinggal disini dulu ya, nanti tak kabarin", katanya dan segera pergi padahal aku juga ingin ikut agar aku bisa pulang, tapi nyatanya aku harus tinggal disini sampai mas Raka tidak sibuk. Hem mau tidak mau aku harus mengerti keadaannya yang terburu buru harus mengemban tugasnya. Sekitaran jam 10 pagi Mas Raka menelponku
"dek, udah makan?", kata Mas Raka
"sudah mas" ,kataku
"maaf ya belum bisa mengantar pulang, soalnya komandan harus dijemput, kan ngga mungkin bareng komandan", katanya
"iya", kataku antara percaya dan tidak kata katanya, tapi yasudahlah.
"marah?", kata Mas Raka
"nggak ko", kataku
"yaudah aku balik lagi, jangan lupa mandi makan ya dek", katanya perhatian.
setelah komunikasi itu aku pun tidur kembali karena tidak ada hal yang berarti yang bisa aku kerjakan.
Comments
Post a Comment