Aku Devi Cecilia antara 19 tahun, Aku bekerja di suatu perusahan swasta di kota tangerang. Aku bersyukur mendapatkan pekerjaan yang aku tak pernah menduga sebelumnya. Yap aku bekerja di suatu perusahaan airlines, dimana pekerjaan itu sangat menuntut performa profesional kita. Keadaan ini membuatku harus terpisah dari orang tua. Siap tidak siap, aku harus siap demi masa depanku.
Seniornya mengungkapkan padaku,bahwa ada yang ingin berkenalan denganku yaitu Raka Daniel Bintara. Aku langsung saja menyetujui perkenalan itu dengan memberikan nomor telfon kepada seniornya, tanpa berpikir jauh, karena hanya berkenalan saja, pikirku. Malam itu setelah aku memberikan nomor telefonku kepada seniornya dia meneleponku pada malam hari.
Petualangan dimulai dari pengungkapan nya secara tiba tiba bahwa ia ingin menjadi kekasihku dan dia tidak mau menunggu ku lama.
"aku pengen kamu jadi pacarku, dan aku mau jawaban sekarang", katanya
"aku butuh waktu", kataku
"aku pengen jawaban sekarang,dan aku tidak mau menunggu besok,malam ini silahkan jawab ya atau tidak", katanya
"aku..", kataku bingung aku bingung dengan sikapnya yang mendesak, tapi aku juga tak bisa menolaknya karena aku juga ingin mengenalnya tetapi tidak begini caranya. Aku berpikiran mungkin cara dia mengajakku pacaran memang begini, dan aku harus mengenalnya bersamaan dengan berubah nya statusku menjadi pacaran.
"aku pengen kamu jadi pacarku, dan aku mau jawaban sekarang", katanya
"aku butuh waktu", kataku
"aku pengen jawaban sekarang,dan aku tidak mau menunggu besok,malam ini silahkan jawab ya atau tidak", katanya
"aku..", kataku bingung aku bingung dengan sikapnya yang mendesak, tapi aku juga tak bisa menolaknya karena aku juga ingin mengenalnya tetapi tidak begini caranya. Aku berpikiran mungkin cara dia mengajakku pacaran memang begini, dan aku harus mengenalnya bersamaan dengan berubah nya statusku menjadi pacaran.
"jadi dek,mulai hitungan ke tiga,aku harus dapat jawaban
satu....
dua...
tiga...
jawabannya", katanya
aku masih terdiam dan belum bisa menjawab.
"dek, aku orang yang tidak mau mengulangi lagi, setiap aku tidak ada jawaban maka aku akan berhentu sampai disini", katanya
"mas,tapi kan...aku..", kataku bingung
"mau atau tidak?", katanya tegas dan lembut
"satu,,dua tigaaa dan jawabannya...",katanya
"yah", aku menjawabnya.
mulai dari jawaban itu lah, petualanganku dengannya dimulai.
Sedikit keraguanku, apakah ini pacaran berlandaskan cinta ataukah hanya karena dia ingin bermacam macam denganku. Tapi karena aku pun ingin mengenalnya lebih jauh dan pacaranlah syaratnya,sehingga aku mengiyakan. Entah hubungan bagaimana yang kami jalani nantinya, dan berjalan seperti apakah hubungan kami aku tidak tau. Setelah 1 minggu pengungkapan itu,dia menginginkan bertemu denganku.
Setelah mengantarkan komandannya, dia pun mampir ke kosku dia mengabariku lewat sms. Berdebar sedikit karena aku belum pernah bertemu dengannya sama sekali,bahkan belum pernah bertukar foto,tapi yasudahlah,fisik kan bukan pilihanku tapi hubungan ini mau dibawa kemana.
"aku senang, bisa bertemu denganmu, ya kamu cantik ko, dan tinggi juga,,", katanya sambil meminum air putih yang kusuguhkan
"ko menilai dari fisik?, jadi ceritanya tebak tebakan fisik begitu?", kataku
"hmm kamu humoris juga", katanya
aku hanya terdiam karena aku belum terbiasa dengannya, dan baru pertama kali bertemu dengannya, tapi dia sudah menjadi pacarku.
Kejadian gila yang belum pernah aku lalui. Mas Raka adalah seorang aparat negara,dia bekerja di jakarta Timur,tepatnya didaerah cilangkap. Hubungan kami tidak lain dan tidak bukan adalah LDR(long distance relationship). Seiring berjalannya waktu hubungan jarak jauh kami, lancar dalam komunikasi. Dia menceritakan setiap pekerjaannya di setiap dia berkomunikasi denganku.
Ya,aku harap hubungan kami akan seperti ini untuk seterusnya, akan aku lupakan cara kami bertemu, tapi akan aku upayakan pertemuan kami yang tidak biasa ini. Satu minggu setelah aku berubah status menjadi berpacaran dengannya, hariku sedikit berubah. Aku semakin senang bekerja, aku senang menjalani hari hariku. Oiya, aku bekerja dimana aku setiap hari bertemu dengan penumpang yang berbeda beda kharakternya.
Penumpang transit ya, itulah bagianku, aku menangani penumpang transit jakarta dari berbagai kota.
"dibantu boarding passnya pak,untuk kami report pada sistem kami",kataku saat penumpang melaporkan boaeding pass mereka
"gate berapa kami mba?" ,kata bapak itu
"bapak lurus aja,nanti belok kiri ada gate 4 itu ruang tunggu bapak,ya pak", kataku memberi tahunya , bapak itu pun pergi dan segera menuju ke ruang tunggunya. Begitulah percakapan ku secara normal dengan penumpang
BAB 2 - PETUALANGAAN
"dibantu boarding passnya pak,untuk kami report pada sistem kami",kataku saat penumpang melaporkan boaeding pass mereka
"gate berapa kami mba?" ,kata bapak itu
"bapak lurus aja,nanti belok kiri ada gate 4 itu ruang tunggu bapak,ya pak", kataku memberi tahunya , bapak itu pun pergi dan segera menuju ke ruang tunggunya. Begitulah percakapan ku secara normal dengan penumpang
BAB 2 - PETUALANGAAN
Comments
Post a Comment