Oek oekk ooeeekkkkkkkkkkkk
Tangisan suara bayi keluar yang saling bersahutan, yah bayi itu kembar. Tiada tawa bahagia yang menyambut mereka, tiada tangan yang menyentuh mereka. Ibu bayi itu meninggal setelah mereka dilahirkan dan malam itu hanya menyisakan tangisan anak kembar itu yang terus menangis karena hawa dingin yang menerpa kulit mereka.
-------------------------------------------------------------"uaaaheeemmmmm,,,kok ada suara tangisan bayi?,perasaan panti ini tak ada bayi yang tinggal?", kata Ibu Nani pimpinan panti itu yang kebetulan tidak pulang ke rumahnya malam itu,karena ditinggal suaminya yang sedang bertugas ke luar daerah.
Rasa ingin tau Ibu Nani mengalahkan rasa kantuknya malam itu, langsung saja Ibu Nani merapihkan rambut nya dan membawa senter untuk penerangan nya, padahal tanpa senter pun panti itu sudah terang.
Ibu Nani mulai berjalan menyusuri setiap lorong panti itu, satu kamar ia buka tanpa ada satu anak pun yang bangun semua terlelap, dan Tanda tanda yang ia cari pun tak ada.
Sampai Ibu Nani berhenti di suatu pagar samping karena suara tangisan itu ada diarah situ, Ibu Nani mulai berjalan dan sambil menyalakan senter yang ia bawa.Tanda aneh itu muncul suara, tangisan makin keras saat ia semakin mendekat, Ibu Nani pun memperlambat langkahnya dan terlihat jelas bayi bayi mungil itu dan "Ya Tuhannnnnnnnnn,sayang ssst sayang, bu bangun bu(sambil menepuk nepuk pipi ibu itu),,Tolonggggggggg ToLOongggggggg,,Ya Tuhannn,,lindungi bayi ini Tuhan ssttsssttt sayang", kata Ibu Nani sudah bingung dan kewalahan. "Tolonggggggg,,pada kemana sih, TOLONGggggggggggg", makin keras suaranya segera saja satu persatu datang mengerumuni Ibu Nani. "YAampun Ibu Nani, bayi siapa ini bu, Ya Tuhan ibunya", kata Ratih pengasuh panti itu juga.
"Ratih, sudah bukan waktunya Ibu menjelaskan sayang, yang lain segera panggil polisi", kata Ibu Nani sambil terisak miris.
Lalu mereka semua mulai sibuk melapor ke kepolisian agar segera terselesaikan. Polisi pun cepat tanggap dan sigap menyidik perkara itu,dan bayi itu segera digendong, polisi itu meminta tolong seorang ibu yang berkumpul disitu untuk memberikan susu untuk makan bayi itu. Mba Ratih yang kebetulan mempunyai ASI karena ia juga mempunyai seorang bayi sekitar 7 minggu itu pun langsung menerima bayi dan mulai ia bawa ke tempat yang tersembunyi untuk segera disusui.
Pagi hari sekitaran jam 8 pagi kasus itu ditutup karena tidak ada tanda tanda kejahatan, maka diputuskannya, bayi kembar mungil cantik itu di titipkan di panti asuhan, dengan persetujuan Ibu Nani tentunya yang mengurus dan melindungi panti asuhan itu Dan dua si kecil cantik itu menjadi penghuni panti asuhan itu mulai hari itu juga, Ibu Nani memberi nama Lina Adiningrum dan Lita Adiningrum. Adiningrum yang berati harum suci dan baik hati. Ibu Nani sudah menganggap bayi itu seperti bayinya sendiri bahkan sering ia juga merawat bayi itu dirumahnya, karena bayi itu belum memungkinkan untuk hidup mandiri. Dan daripada itu Ibu Nani dan suaminya hanya berdua saja dirumah, tanpa adanya kehadiran seorang anak di tengah tengah mereka, Karena kecelakaan yang menimpanya beberapa tahun yang lalu menyebabkan kandungannya harus diangkat demi keselamatan nya.
Itu pula yang melatar belakangi Ibu Nani membangun Panti asuhan Kasih Ibu, dan syukurlah mereka tak banyak bertingkah, Mereka anak yang penurut dengan kata kata Ibu Nani.
Rencananya Lita dan Lina dibiarkan tinggal dirumah Ibu Nani sampai berusia sekitar 5 tahunan, yang selanjutnya nanti akan dilepas bersosialisasi bersama penghuni penghuni panti yang lain.
Tangisan suara bayi keluar yang saling bersahutan, yah bayi itu kembar. Tiada tawa bahagia yang menyambut mereka, tiada tangan yang menyentuh mereka. Ibu bayi itu meninggal setelah mereka dilahirkan dan malam itu hanya menyisakan tangisan anak kembar itu yang terus menangis karena hawa dingin yang menerpa kulit mereka.
-------------------------------------------------------------"uaaaheeemmmmm,,,kok ada suara tangisan bayi?,perasaan panti ini tak ada bayi yang tinggal?", kata Ibu Nani pimpinan panti itu yang kebetulan tidak pulang ke rumahnya malam itu,karena ditinggal suaminya yang sedang bertugas ke luar daerah.
Rasa ingin tau Ibu Nani mengalahkan rasa kantuknya malam itu, langsung saja Ibu Nani merapihkan rambut nya dan membawa senter untuk penerangan nya, padahal tanpa senter pun panti itu sudah terang.
Ibu Nani mulai berjalan menyusuri setiap lorong panti itu, satu kamar ia buka tanpa ada satu anak pun yang bangun semua terlelap, dan Tanda tanda yang ia cari pun tak ada.
Sampai Ibu Nani berhenti di suatu pagar samping karena suara tangisan itu ada diarah situ, Ibu Nani mulai berjalan dan sambil menyalakan senter yang ia bawa.Tanda aneh itu muncul suara, tangisan makin keras saat ia semakin mendekat, Ibu Nani pun memperlambat langkahnya dan terlihat jelas bayi bayi mungil itu dan "Ya Tuhannnnnnnnnn,sayang ssst sayang, bu bangun bu(sambil menepuk nepuk pipi ibu itu),,Tolonggggggggg ToLOongggggggg,,Ya Tuhannn,,lindungi bayi ini Tuhan ssttsssttt sayang", kata Ibu Nani sudah bingung dan kewalahan. "Tolonggggggg,,pada kemana sih, TOLONGggggggggggg", makin keras suaranya segera saja satu persatu datang mengerumuni Ibu Nani. "YAampun Ibu Nani, bayi siapa ini bu, Ya Tuhan ibunya", kata Ratih pengasuh panti itu juga.
"Ratih, sudah bukan waktunya Ibu menjelaskan sayang, yang lain segera panggil polisi", kata Ibu Nani sambil terisak miris.
Lalu mereka semua mulai sibuk melapor ke kepolisian agar segera terselesaikan. Polisi pun cepat tanggap dan sigap menyidik perkara itu,dan bayi itu segera digendong, polisi itu meminta tolong seorang ibu yang berkumpul disitu untuk memberikan susu untuk makan bayi itu. Mba Ratih yang kebetulan mempunyai ASI karena ia juga mempunyai seorang bayi sekitar 7 minggu itu pun langsung menerima bayi dan mulai ia bawa ke tempat yang tersembunyi untuk segera disusui.
Pagi hari sekitaran jam 8 pagi kasus itu ditutup karena tidak ada tanda tanda kejahatan, maka diputuskannya, bayi kembar mungil cantik itu di titipkan di panti asuhan, dengan persetujuan Ibu Nani tentunya yang mengurus dan melindungi panti asuhan itu Dan dua si kecil cantik itu menjadi penghuni panti asuhan itu mulai hari itu juga, Ibu Nani memberi nama Lina Adiningrum dan Lita Adiningrum. Adiningrum yang berati harum suci dan baik hati. Ibu Nani sudah menganggap bayi itu seperti bayinya sendiri bahkan sering ia juga merawat bayi itu dirumahnya, karena bayi itu belum memungkinkan untuk hidup mandiri. Dan daripada itu Ibu Nani dan suaminya hanya berdua saja dirumah, tanpa adanya kehadiran seorang anak di tengah tengah mereka, Karena kecelakaan yang menimpanya beberapa tahun yang lalu menyebabkan kandungannya harus diangkat demi keselamatan nya.
Itu pula yang melatar belakangi Ibu Nani membangun Panti asuhan Kasih Ibu, dan syukurlah mereka tak banyak bertingkah, Mereka anak yang penurut dengan kata kata Ibu Nani.
Rencananya Lita dan Lina dibiarkan tinggal dirumah Ibu Nani sampai berusia sekitar 5 tahunan, yang selanjutnya nanti akan dilepas bersosialisasi bersama penghuni penghuni panti yang lain.
Comments
Post a Comment