Skip to main content

love Document (episode 3)

Episode 3

 " Ya makannya beb,sumpah gue bingung ngerti ngga loe,dan gue rasa, beneran gue direkrut jadi pembantunya dia, duhhhh beb bantuin guee please",kata Eline sambil memegang kepalanya dan bersandar di kursi yang ia duduki

"Loe ngga coba ngomong sama pak Dirga",kata Risa sambil meneguk jus melonnya

"Loe tau Pak Dirga orangnya work a holic banget,udah pasti dukung orang kontraknya udah ditanda tanganin sama dia",kata Eline menyerahkan kontrak perjanjian nya

"Tunggu tunggu jadi loe ngelayani kebutuhan dia gitu?,di apartemen nya dia pagi pagi?",kata Ryan

"Iya",kata Eline mengiba memandang Ryan

"Wah mau jadiin istri kali loe",kata Ryan

"Ngaco kan loe yan,please ini bukan waktunya becanda yan",kata Eline meletakkan kepalanya di meja diatas lipatan tangannya.

"Eh beb bener juga lo kata Ryan ,bisa aja dia tertarik kan sama loe,terus dicomot dah tu",kata Risa

"Comot lo kira gue onde onde,ah udahlah,gue pusing dan gue ngga mau Ris,yan,bantuin gue kek apa kek bilang kek sama pak Dirga,aduh serah loe semua deh", kata Eline merengek

"Mana bisaa Eline sayang, kontrak lo udah ada,ini udah sah",kata Risa menyodorkan kontrak itu

"Iya tapi ,,aduhhh masa iya gue ngelayani laki laki,aduhhh gue bukn cewek murahan Ris",kata Eline

"Yaudah sih,tar juga kalau dijalani enak",kata Ryan dan Risa dan Ryan pun tertawa

Dan tak lama handphone Eline berdering

"Aduh,pak Reza ni angkatin kek,bilang gue ngga ada apa sakit",kata Eline sambil kabur ke toilet

"Ehh lin duh ngga bisa ehhh serem lin ahh",kata Ryan mengejar Eline

"Duh gimana nih,Eline ke toilet lama banget",kata Ryan

"Angkat aja deh",kata Risa

"Elu ngomong yak",kata Ryan

"Sembarangan lo ah, mampus gue", kata Risa

"Eh udah angkat aja lo dah yan udah hem ni ngomong", lanjut Risa memencet tombol terima

"Hallo pak,selamat siang",kata Ryan dengan suara khasnya

"Hallo siapa ini ya?",tanya Pak Reza

"Mm,(dengan memberi isyarat pada Risa)saya (berusaha membaca isyarat Risa),pacar,yah pacarnya Eline",kata Ryan gugup

"Oh,,dimana Eline?",kata Pak Reza

"Oh lagi di toilet pak,segera saya panggil sekarang?",kata Ryan

"Oh nanti saja baik terimakasih",kata pak Reza

"Hhh,au ah",kata Ryan setelah menutup telfon

"Ngomong apa pak Reza",tanya Risa

"Tanya gue,siapa gue jawab aja pacarnya Eline",kata Ryan

"Ahha sak aja lu ah",kata Risa

"Gimana pak Reza ngomong apa dia?",kata Eline

Tanpa menjawab mereka berdua hanya menaikkan bahu tanda tak tau,dan Eline pun bergegas ke kantor pak Reza karena jam istirahat telah habis.

"Yaudah deh gue pergi ya bye,udah telat nih",kata Eline sambil jalan meninggalkan mereka.

Sesampainya di kantor Pak Reza

Bunyi telefon di meja kerjanya berdering,dan dia pencet tombol speaker sambil mengerjakan laoran yamg tertunda.

"Tolong keruangan saya sekarang!,tutt",pesan dari telfon itu

Dengan segera Eline keruangan pak Reza,

"Maaf,bapak panggil saya",kata Eline

"Ya",kata Pak Reza berbalik ke tempat duduknya setelah dari jendela utamanya, tempat memandangi hiruk pikuknya kota itu.

"Kenapa ya pak",kata Eline

"Sudah pacarannya?",kata pak Reza

"Pacaran?,mmaksud bapak?",kata Eline bingung

"Saya bisa aja bunuh pacar kamu kalau ganggu pekerjaan saya,,pilih kendalikan handphone kamu atau saya akan bunuh pacar kamu,saya ngga suka ada penggalang di pekerjaan kamu,apalagi saya mulai mempercayai kamu sebagai asisten saya",kata pak Reza

Eline mulai cekikikan,dia tau itu ulah Ryan,terlintas dibenaknya kalau Ryan dibunuh pak Reza

"Ampun pak ssssaayaa bukan pacarnya Eline",

"Terus kamu siapanya Eline?",

"Saya,sahabatnya Eline",

"Sahabat dekat Eline,,yaudah saya ngga jadi bunuh kamu,awas kalau kamu bohong,,ku tembak kau"

"Mau dong pak ditembak,,sama bapak"

"Eline!!!!",kata Eline yang mulai cekikikan dan tertawa terbahak bahak

"Eh maaf pak,,iya baik",kata Eline sambil tersenyum

"Oke besok jam enam,saya tunggu di apartemen dan kalau perlu kamu kerjain,bersih bersih ngepel",kata pak Reza

"Hah?,pak saya bukan pembantu bapak,,kan saya assisten bapak",kata Eline

"Apa ,kamu siapa saya?",kata pak Reza

"Aa sis ten",kata Eline sambil berpikir

"Anda sudah tau jawabannya,Asisten",kata Pak Reza sambil mengambil kuncinya dan akan membuka pintu untuk meninggalkan ruangan

"Tapi…….",Eline berbalik dan pak Reza sudah tidak ada,Eline berusaha mengejarnya

"Pak,jadi maksd bapak saya jadi asisten rumah tangga,pak ini ngga fer,bapak merekrut saya jadi CEO ,kan diperjanjian ngga ada asisten rumah tangga bapak pakkk,,,,,",kata Eline terengah engah mengikuti langkah pak Reza yang lebih tinggi dari nya,langkahnya cepat,dan Eline pun menyerah membiar kan pak Reza pergi tertutup pintu lift.

"Kan,cobaan apa lagi ini Tuhannn",kata Eline kembali ke ruangannya.

Dilain tempat

  "Hahahahahahhah,serius lo,,sumpah selucu apa sih cewek itu,sampai bikin lo gemes gini ma dia",Kata Alex

"Gue juga bingung,tu anak gue kerjain sabar aja,,grundel juga sih keliatan mukanya,hahahah,,ahhh",kata Reza 

"Za,jangan sampe lo jatuh cinta sama tu anak",kata Alex

"Gue jatuh cinta sama dia,dari awal gue ketemu,gue tertarik sih,apalagi ternyata dengan cepat gue tau data tu anak,yah,,cari celah celah dikit lah ya",kata Reza

"Seriusan loo,,dia ude bisa gantiin Cika?",kata Beni menggoda

"Hhh,Cika",kata Reza sambil menyalakan rokok keduanya

"I don't know,,gue malah benci sama dia,,tau lah",kata Reza sambil menarik napas

"Za,Cika udah minta maaf sama loe,dan bukannya dulu lo masih sayang sama dia",kata Leo

"Dia pengkhianat gue,dan gue paling anti sama pengkhianat kaya dia",kata Reza mengepalkan tangan nya tanda rasa dendamnya.











Comments

Popular posts from this blog

MY TWIN MY LIFE

"Litaaaa,aku disini", Lina berlari "Lina,,kamu dimana", Lita meraba raba "Aaaaaa ketangkepp",kata Anak yang lain. "Aaaaaaa Linaa, sembunyi sembunyi aku maw kesana", kata Lita "Aaaaaaa tangkap ayo aku disini wek wek wek", kata anak anak. "Anak anak waktunya makan siang sayang", teng teng teng, kata Mba Ratih pengasuh mereka yang menghentikan permainan mereka,dengan memukul lonceng yang biasa dibuat tanda mereka istirahat, bekerja dan tidur. "Iya bu, makan apa hari ini kita", kata Lina manja dan mulai bergelayut di tangan Mba Ratih.

(ARAH) BAB 2 - PETUALANGAN

"beb, pulang yuk, udah jam 2 nih", kata Arta teman ku. "eh iya yuk, tunggu ya aku prepare dulu", kata ku "hari ini kamu lain lo kerja nya, semangat banget, cerita dong kenapa ?", kata Arta "haha masak sih, semangat, ya kan emang kerja harus semangat Ta", kataku mengalihkan pembicaraan seperti tak ada sesuatu yang special. Mungkin kalau aku membagikan nya pada Arta, dia akan ingin tahu lebih dalam, dan ini masih terlalu dini untuk menceritakan kejadian special ini yang tanpa tidak sadar sudah merubah semangat kerjaku.

Apa yang Gani minta?

Pas Umroh kemaren gue sering jalan bareng-bareng Gani, sepupu gue yang masih kelas 5 SD. Si Gani ini, solatnya kenceng banget. Waktu solat di raudoh (tempat diantara makam nabi ama mimbarnya, yang katanya bakal dikabulin segala doa), dia solat dengan sangat khusyuk, solat terusss kerjaannya.