Skip to main content

love document (episode 4)

Episode 4

  Pagi itu Eline segera menuruni tangga dengan cepat disusul berkas berkasnya yangbterlepas dari genggaman dan jatuh berantakan.

"Sayang hati hati dong,,lagian ini baru setengah enam,kamu buru buru amat",kata Mami sambil membantu membereskannya.

"Aku udah telat mam,aku pergi ya mam",kata Eline sambil mencium pipi Mami dan segera meluncur ke garasi untuk mengambil mobilnya

Mami yang sedang menyiapkan makanan hanya menggeleng kan kepala,heran dengan kesibukan putri nya,sedikit khawatir dengan acara anniversary nya,tapi karena masih jauh jadi segera di lupakan oleh Mami

Setelah melampaui jalanan yang padat jam enam tepat Eline sampai di apartemen Bapak Reza,sambil mengcheck kebenaran alamat,dan segera memencet bel karena sudah cocok.

"Masuk",suara khas pak Reza menyambutnya

Eline segera masuk menutup pintu dan menuju ruangan lebih dalam.

"Aaaaaaarrggggghhhhhh,pak aduh(berbalik badan membelakangi pak Reza)",teriak Eline melihat pak Reza telanjang dada,dan dia tidak berani memandangi sampai bawah.

"Kenapa ada yang salah?",kata Pak Reza

"Pak,aduh profesionalitasnya dimana sih,,bapak kerja tapi masih aduh pak ganti baju kek apa kek",omelan Eline yang membuat pak Reza geli

"Loh apa nya yang salah?,ini apartemen saya, terserah saya dong",katanya

"Boleh pak tapi saya ngga nyaman",kata Eline

"Oh,oke saya ganti baju kamu tunggu sini",katanya sambil memasuki toilet.

"Tuhan,sengaja apa ya dia tu,,aduh",dia memijit keningnya 

"Oke ,,kamu kerjakan semua ini disini",kata Pak Reza 

"Loh ko disini,jadi kita ngga kekantor?",kata Eline heran

"Yah kantor kita disini,,so nanti kalau sudah selesai dan saya check,kita rapat zoom",kata Pak Reza

"Ya kalau zoom ngapain kesini pak,saya dari rumah juga bisa pak",kat Eline

"Saya bos kamu ya",kata Pak Reza dengan tatapan mautnya

"Tapi bukan berati bapak ngatur kehidupan saya kan",kata Eline sambil memeriksa berkas berkas itu.

"Kalau itu saya perlukan saya lakukan",kata Pak Reza sambil bersandar di pintu kamar nya.

Membuat Eline harus menahan amarah menghadapi bos barunya yang super membuatnya kesal.

Dengan teliti dia mulai mengerjakan semua pekerjaannya.

Reza yang sedang membuat sarapan menghampiri Eline dan menawarkan makanan tapi Eline begitu sibuk,hingga Reza hanya duduk di ruang makan yang ngga jauh dari ruang tamu itu,memandangi Eline sambil memakan roti bakar sadwich,dan segelas susu.

 Reza benar benar terkesima kali ini melihatnya bekerja tanpa menghiraukan di sekeliling nya.dan terhanyut dengan lamunannya ,Reza kaget ketika Eline menyampaikan laporan yang sudah selesai ia buat

"Mm jadi ini udah aku periksa semua pak,dan hasilnya sangat memprihatinkan,keuangan merosot dan setelah saya teliti memang ada sumber yang harus diketahui……",Eline tetap melanjutkan penjelasannya,

Dan yah Reza mendengarkan dengan tidak seksama menyadari kecantikan Eline yang membuat dia mabuk,ditambah kepandaian,dan keuletan nya dibandingkan dengannya.

"Pak,jadi gimana?",kata Eline

"Gimana?",kata Pak Reza bingung

"Jadi ,,kan saya ada beberapa solusi untuk menyelamatkan ini salah satunya dimana kita harus….",kata Eline terpotongoleh pak reza

"Lanjutkan,dan pegang misi ini",kata Pak Reza melepas kacamata nya

"Bapak yakin?",kata Eline

"Yah,saya percaya kamu",kata pak Reza sambil memandang mata Eline,dan Eline pun menangkap tatapan itu dan segera menepisnya dan melanjutkan pembicaraan nya

"Gini pak,kalau bapak sudah setuju,mending saya jelaskan langkah selanjutnya dari solusi saya,ini pak",kata Eline sambil menyodorkan laptopnya sebagai media penjelasan nya

Dan Eline pun menjelaskan secara terperinci,dari awal masalah,dan solusinya,lagi lagi pak Reza hanya memgusap wajahnya,kasar karena tidak bisa berkonsentrasi sepenuhnya pada pekerjaan nya kali ini.

Eline tetap menjelaskan semuanya dan tidak terasa waktu sore hari pun tiba,hampir maghrib.

"Oh,mm udah setengah enam pak,semua sudah saya file,dan tinggal besok ya paling tidak seminggu permasalahan sudah selesai dan kembali seperti dulu, semoga berhasil ya pak",ucap Eline sambil merapihkan laptop dan document yang berserakan.

"Yah semoga, terimakasih",kata Pak Reza dengan senyum manisnya,yang lagi lagi membuat Eline harus menepis pandangannya itu.

"Saya permisi dulu pak",kata Eline

"Loh, kamu ngga makan dulu,minum mungkin",kata Pak Reza sambil menawarkan makanan yang ia siapkan

"Oh ehmm,makasih pak,mungkin lain waktu aja,kebetulan Mami dan Papi udah nunggu saya,maaf pak",kata Eline

"Oh ok,its ok,hati hati",kata Pak Reza dengan senyuman manisnya kembali.

 Setelah pintu ditutup Reza pun menuju kamarnya, dia melihat kembali memutar ulang video Eline bekerja tadi,dengan mengambil video dari cctv di rumahnya.

Menarik dan membuatnya geli,bahkan dia tidak menyadari berjam jam Reza gunakan hanya untuk mengagumi kecantikan, kepandaian,dan keuletan nya.

Dirumah

"Haiii mam pap",kata Eline sambil memeluk mereka

"Mmh, sayang baru pulang,capek banget kayaknya",kata Mami menuangkan minuman untuk Eline dan mencium pipinya

" Biasa mi,yah ada pekerjaan yang,cukup menguras tenaga dan pikiran tapi semua done",kata Eline tersenyum bangga

"Hebatt dong,papi harap kamu senang dengan kerjaanmu",kata Papi

"I like it pap,dan aku enjoy,aja gitu,kaya ada energi energi,lain gitu pap,pas aku dah kerja ……..",kata Eline menceritakan pengalamannya

Mami dan Papi hanya tersenyum mendengar dan sesekali merubahnya menjadi candaan candaan yang membuat mereka semakin terpingkal.

Comments

Popular posts from this blog

MY TWIN MY LIFE

"Litaaaa,aku disini", Lina berlari "Lina,,kamu dimana", Lita meraba raba "Aaaaaa ketangkepp",kata Anak yang lain. "Aaaaaaa Linaa, sembunyi sembunyi aku maw kesana", kata Lita "Aaaaaaa tangkap ayo aku disini wek wek wek", kata anak anak. "Anak anak waktunya makan siang sayang", teng teng teng, kata Mba Ratih pengasuh mereka yang menghentikan permainan mereka,dengan memukul lonceng yang biasa dibuat tanda mereka istirahat, bekerja dan tidur. "Iya bu, makan apa hari ini kita", kata Lina manja dan mulai bergelayut di tangan Mba Ratih.

(ARAH) BAB 2 - PETUALANGAN

"beb, pulang yuk, udah jam 2 nih", kata Arta teman ku. "eh iya yuk, tunggu ya aku prepare dulu", kata ku "hari ini kamu lain lo kerja nya, semangat banget, cerita dong kenapa ?", kata Arta "haha masak sih, semangat, ya kan emang kerja harus semangat Ta", kataku mengalihkan pembicaraan seperti tak ada sesuatu yang special. Mungkin kalau aku membagikan nya pada Arta, dia akan ingin tahu lebih dalam, dan ini masih terlalu dini untuk menceritakan kejadian special ini yang tanpa tidak sadar sudah merubah semangat kerjaku.

Apa yang Gani minta?

Pas Umroh kemaren gue sering jalan bareng-bareng Gani, sepupu gue yang masih kelas 5 SD. Si Gani ini, solatnya kenceng banget. Waktu solat di raudoh (tempat diantara makam nabi ama mimbarnya, yang katanya bakal dikabulin segala doa), dia solat dengan sangat khusyuk, solat terusss kerjaannya.