Skip to main content

Love Document (episode 1)

  Episode 1

  Bruakkkk………..

Suara mobil yang disertai hentakan pada tubuh Eline sehingga dia terpental kedepan,untung saja sabuk pengaman menarik tubuhnya lagi kebelakang.

Sedikit hembusan nafas dan seteguk air putih yang ia minum cukup untuk,menyadari bahwa ia ada di sebelah kiri jalan jadi cukup strategis untuk berhenti lama sekedar memastikan mobilnya baik baik saja.

Segera Eline menuju ke sisi belakang mobil dan benar dugaannya bahwa mobilnya sedang dalam masalah,

"Ohh s**t,,bamper gue",katanya sambil menengok mobil yang berhenti dibelakangnya,dan segera menghampiri nya.

"Permisi keluar dong(sambil mengetuk pintu mobil kasar)",kata Eline

Seorang pria berkacamata hitam membuka kaca mobil pelan dan Eline pun langsung emosi

"Pak bisa nyetir kan?,liat bamper belakang saya rusak dan ngga berbentuk sama sekali karena mobil anda ,,",kata Eline sambil menunduk melihat pengemudi mobil yang tak kunjung keluar

"Salah anda kenapa ngerem ndadak",katanya ketus

"Depan saya lampu merah ngga mungkin kan saya langsung maju terus",kata Eline meninggi

Kemudian dibelakang pengemudi itu membuka jendelanya

"Apa  yang anda butuhkan?,uang?,berapa 10 juta ,15 juta,atau 20 juta?,O mungkin orang materialistis seperti anda 50 juta cukup ya buat ganti bamper anda?",kata seseorang itu dingin.

Eline terkejut melihat cek yang ia terima dengan perlakuan pria dingin itu.

"Hah,saya bukan masalah uangnya ya pak,,paling enggak minta maaf kek apa kek,,ngga melulu soal uang",kata Eline semakin geram

"Oke,saya minta maaf,kelar kan?",kata pria dingin itu dengan diiringi penutupan jendela mobilnya dan mobilnya mulai meninggalkan dia.

"Sumpahhhhhhhh,,reseeee nyebelinnn,,,",kata Eline sambil berlari ke arah mobilnya dan menuju kantor dengan rasa kesal yang masih ia simpan,dan berusaha menenangkan diri,minum seteguk air dan siap menjalani hari lagi.

Sesampainya di ruangan kantornya Eline bersiap untuk meeting bersama direktur utama nya,dan karyawan yang lain.

"Lin,kayanya ente dapat tugas berat nih", kata Ryan temannya

"Seberat apa sih tugas itu buat gue",katanya sambil tersenyum pada sahabat nya itu,dan masuk ruang meeting lebih dulu

"Sombongg amat",katanya sambil melambaikan tangannya dan mengikuti masuk ruang meeting.

"Seperti yang sudah saya katakan bahwa, Pratama Group, perusahaan terbesar  itu akan menanamkan modal di perusahaan kita,Dan saya tidak mau ini gagal,karena prospek yang begitu menguntungkan bagi perusahaan kita.Kamu Eline,akan bernegosiasi dengan Bapak Reza Pratama selaku pemilik perusahaan itu",

"Baik pak",kata Eline percaya diri.

  Eline adalah seorang CEO handal di perusahaan itu,umurnya yang baru 24 tahun , tidak menghalangi prestasinya untuk perusahaan tempat nya bekerja,bahkan dia telah menarik banyak investor asing dan terbesar didunia untuk menanamkan modal di Perusahaan nya.

    Segudang prestasi,dan karir gemilang yang ia miliki, membuat nya sangat diandalkan perusahaan tempatnya bekerja,untuk melakukan negosiasi bagi mereka yang ingin menanamkan modal di perusahaan nya.Dan pada suatau kesempatan,Pratama Group perusahaan terbesar akan menanamkan modalnya,dan lagi lagi ini pekerjaan Eline.

  Eline pun segera menuju Rest area yang sudah ditentukan oleh pemilik Pratama Group untuk melakukan presentasi perusahaan tempatnya bekerja.

"Permisi,mbak saya Eline yang akan bertemu dengan Bapak Reza Pratama",kata Eline kepada penerima tamu di rest area.

"Oh baik mba Eline,silahkan",kata penerima tamu itu menuju tempat Bapak Reza duduk.

"Silahkan mba",kata penerima tamu itu untuk memasuki rest area yang bernuansa perkebunan itu

"Terimakasih",kata Eline 

Karena dia lihat Bapak Reza sedang telefon dia mulai memandangi tempat itu,perkebunan teh yang mengelilingi ruangan bernuansa klasik,membuatnya sedikit tenang untuk memulai pekerjaannya,dia mencoba menyerap energi hijau dan menenangkan itu untuk akhirnya berdampak baik pada negosiasi nya kali ini.

"Pak mohon maaf ini mba Eline",kata perempuan itu

"Oh ya,(mulai membalikkan badan),oh selamat pagi,silahkan duduk",kata Bapak Reza heran tapi tidak ditampakkan

"Hah,mm maaf , terimakasih", begitupun Eline alangkah terkejutnya bahwa Bapak Reza adalah orang yang membayar nya dengan cek 50 juta tadi pagi.

"Saya tinggal dulu mba pak", kata penerima tamu tadi

"Oh silahkan",kata Pak Reza

"Oo jadi ini yang dikirimkan Perusahan ternama sekelas dunia,seorang CEO yang attitudenya sngat rendah",kata Bapak Reza menyindir sambil duduk bersandar menyalakan rokoknya

"Maaf pak saya kesini,akan melakukan negosiasi tentang perusahaan yang kami miliki",kata Eline mencoba mengabaikan sindiran nya dan tetap bersikap profesional

"Tungu tunggu, negosiasi ?,,dengan CEO yang kemampuannya saya ragukan?,saya paling anti bernegosiasi dengan karyawan seperti ini,Saya telfon Bapak Dirga dulu",katanya sambil meletakkan jari telunjuknya di mulutnya ketika dia melihat Eline akan bereaksi ketika mendengan dia akan menelepon direktur utamanya itu.

 Seketika Eline terdiam dan mencoba meneguk minuman yang telah disajikan.

"Selamat pagi Bapak Dirga,saya sudah bertemu dengan CEO anda,Well seperti yang bapak ketahui bahwa saya tidak akan mau bernegosiasi dengan orang yang berattitude rendahan,jadi mohon maaf,,untuk penanaman modal saya tunda sampai saya menerima etika baiknya kepda saya",segera telfon ditutup 

"Maaf pak,saya rasa urusan pribadi kita tidak perlu dibawa ke masalah negosiasi kita ya pak karena saya rasa ini ngga fer",kata Eline tetap mempertahankan Profesional nya.

"Oo sangat fer buat saya,karena attitude anda di luar,juga menentukan attitude anda di perusahaan anda,,jadi mohon maaf negosiasi ditunda,sampai waktu yang belum ditentukan",katanya sambil memakai kacamata hitam dan pergi meninggalkan Eline.

"Iihhhh,tau apa sih dia masalah attitude gue,,sial sial sial,,cuma satu orang ini ni sok tau",kata Eline geram dan segera mengambil tas untuk menuju kemobil dan meluncur kembali ke kantor.

 Didalam mobil Eline terus memikirkan perbincangan yang serius dengan Bapak Reza tadi dan terus kesal dengan pemikiran nya itu.

Sesampainya di kantor Eline segera memasuki ruangannya,dan sudah ada direktur yang menunggu nya disana

"Eh pak",kata Eline kaget

"Eline,saya tidak menyangka Bapak Reza akan berkata demikian,hanya karena tingkahmu,ingat lin segudang prestasi mu itu ngga ada gunanya Lin kalau kau terus tak menjaga attitudemu",kata Pak Dirga

"Pak jadi gini,saya ceritakan,..",kata Eline

"Saya ngga mau tau,Bapak Reza masih memberikan kesempatan kita untuk menerima tanaman modal darinya,dengan satu syarat kau harus menjadi CEO disana juga,untuk membantu Bapak Reza dalam menegosiasi,saya harap kamu bisa melakukannya demi perusahaan kita",kata Pak Dirga

"Hah?,pak ini ngga mungkin,masih banyak kerjaan saya yang harus saya selesaikan juga disini,dan saya ngga mungkin bekerja di dua perusahaan sekaligus",kata Eline menolak

"Ini permintaan langsung dari pak Reza dan saya tidak bisa menolak,karena saya sudah mengakui dan mempercayai kamu sebagai CEO yang sangat berprestasi di perusahaan ini,,jadi jangan kecewakan kami",kata Pak Dirga sambil meninggalkan ruangan

"Oh,why,,,,,",kata Eline sambil memegang keningnya.

"Wuuuu,,,dapat honor gedhe nih",kata Ryan dan Risa sahabat nya yang tiba tiba masuk ruangannya.

"Jangan kira honor gedhe yang gue dapat,, permasalahan gedhe iya",kata Eline sambil mengambil segelas air minum.

"Hey,,secara CEO kaya lo dipake dua perusahaan,,gimana ngga keren beb,,,lo tu is the best bangetttt,,kita banggak ma loe",kata Risa

"Yes beb,,itu berati perusahaan sana itu percaya loe sepenuhnya,,dan kalau gini ngga lama loe bakal jadi konsultan perusahaan mana mana,,oouuhh cucok",kata Ryan

"Yah,, semoga aja ya,eh makan yuk laper nih",ajak Elisa









Comments

Popular posts from this blog

MY TWIN MY LIFE

"Litaaaa,aku disini", Lina berlari "Lina,,kamu dimana", Lita meraba raba "Aaaaaa ketangkepp",kata Anak yang lain. "Aaaaaaa Linaa, sembunyi sembunyi aku maw kesana", kata Lita "Aaaaaaa tangkap ayo aku disini wek wek wek", kata anak anak. "Anak anak waktunya makan siang sayang", teng teng teng, kata Mba Ratih pengasuh mereka yang menghentikan permainan mereka,dengan memukul lonceng yang biasa dibuat tanda mereka istirahat, bekerja dan tidur. "Iya bu, makan apa hari ini kita", kata Lina manja dan mulai bergelayut di tangan Mba Ratih.

(ARAH) BAB 2 - PETUALANGAN

"beb, pulang yuk, udah jam 2 nih", kata Arta teman ku. "eh iya yuk, tunggu ya aku prepare dulu", kata ku "hari ini kamu lain lo kerja nya, semangat banget, cerita dong kenapa ?", kata Arta "haha masak sih, semangat, ya kan emang kerja harus semangat Ta", kataku mengalihkan pembicaraan seperti tak ada sesuatu yang special. Mungkin kalau aku membagikan nya pada Arta, dia akan ingin tahu lebih dalam, dan ini masih terlalu dini untuk menceritakan kejadian special ini yang tanpa tidak sadar sudah merubah semangat kerjaku.

Apa yang Gani minta?

Pas Umroh kemaren gue sering jalan bareng-bareng Gani, sepupu gue yang masih kelas 5 SD. Si Gani ini, solatnya kenceng banget. Waktu solat di raudoh (tempat diantara makam nabi ama mimbarnya, yang katanya bakal dikabulin segala doa), dia solat dengan sangat khusyuk, solat terusss kerjaannya.