Skip to main content

(ARAH) BAB 4 - RUTINITAS

"Mas pagi ini, aku pengen pulang ke kos soalnya besok masuk" ,kataku setelah bangun jam 5 pagi
"iya nanti aku anterin didepan cari taxi ya", katanya yang membuatku kaget
"taxi?, bukannya mas mau nganter aku sampai bandara?, masak naik taxi!", kataku heran
"Dek, siang nanti mau bawa mobil ke bengkel, kan ngga mungkin nganterin kamu dek", katanya santai sambil menyalakan rokonya
"terus?!", kataku tinggi
"ya kamu naik taxi dulu", katanya santai
"terserah deh mas , suka suka mas aja ", kataku pasrah.
aku sedikit kecewa dengan perlakuannya, yang tidak dapat kuungkapkan saat itu juga.
akupun sampai di kos dan melanjutkan kegiatan seperti biasa.

kesan dan kesan pertama bertemu dan tinggal bersama Mas Raka, jujur aku sangat senang bertemu dengannya semoga terulang kembali pertemuan itu, akan tetapi, aku tidak bisa dengan gaya pertemuannya yang selalu berlandaskan nafsu. Yasudahlah,toh aku tidak akan mengulanginya lagi, kubiarkan saja sambil menunggu proses pengenalanku selanjutnya dengannya.

Siang itu aku berangkat bekerja seperti biasanya. Setelah libur, aku bekerja pada shift siang dimana mulai bekerja pada jam 13.00 wib sampai dengan jam 21.00 WIB. Cukup fresh karena liburanku terisi kegiatan walau sedikit mengecewakan karena tidak diantar, tidak masalah. Sekarang aku sudah sampai di kos dengan sehat walafiat dan bisa bekerja seperti biasanya. Selama bekerja aku cukup terhibur dengan lawakan teman teman sepekerjaku, mereka sengaja menghibur diri dan teman teman dengan ketawa kesana kemari, karena kami pun sama - sama tidak ingin suasana bekerja yang terlalu serius dan tidak ada waktu tertawa.

Persaudaraan kami cukup terjalin kuat, dengan porsi bekerja sama, porsi lelah sama, dan porsi keseriusan yang sama pula, mungkin itu yang menjadikan kami cepat akrab satu sama lain.
"kerja yang rajin Dep, jangan malas, bentar lagi gaji naik", kata Bang deden memulai bercandanya saat tidak ada nya penumpang yang report
"iya naik, naik di plafon sayangnya naiknya ketinggian ngga naik naik tu gaji", kataku membalas pancingan Bang Deden
"haha,iye juga ye, makan sono Ta, badan kurus kaya orang cacingan, makin lecek lu",kata nya
"gimana ngga cacingan bang, abang aja ngga beliin dedek makan", kata Arta memancing Bang Deden
"yaelah dek, abang belum gajian, buset makan aja cuma pake aer", kata abang sambil mengelus - elus perut.
"kembung bang, udah kaya ikan aje", kataku menyahut
"hahahhahaha", Bang deden pun tertawa mendengar sahutan ku.
"Eh Wi, lu ngga khawatir mulut bau naga diem mulu, ngga ada penumpang ini,santai dulu", kata Bang deden kepada Mba Dewi
"gua ngantuk Den", kata Mba dewi
"yaelah ngantuk lo bilang kerja woy, eh penumpang tu stanby stanby!!", kata Bang Deden mengingatkan kami untuk stanby melayani penumpang kembali.Yah, seperti yang aku bicarakan di awal, memang pekerjaan kami menuntut performa dan profesionalitas kerja, dimana kami menjadi harus tetap menjaga kesopanan kita saat berhadapan dengan penumpang. Bisa dibilang saat ada penumpang melapor kami harus berubah 180 derajat, dari gaya kita keseharian,cukup unik.

Dengan perlakuan teman teman yang cukup membuatku terhibur, sampai kami tidak terasa waktu bekerja kami sudah habis dan waktunya kami untuk pulang. Tidak hanya ditempat kerja, di tempat aku tinggal pun juga ada banyak hiburan disana, bukan pertunjukan, bukan juga sesuatu yang mewah, tapi teman - teman kos yang sama - sama berasa dari tempat asalku membuat ku betah di kos itu.

Buka  sekedar karena sama - sama dari asalku tetapi juga sama - sama menjalani hidup sebagai anak kos,yang pas pasan. Pulang kerja pun rasa lelah, rasa kantuk hilang seketika karena ulah mereka. Aku tinggal kos campuran ada cowok dan cewek, tapi mayoritas yang tinggal adalah cowok. Mereka sudah bekerja tapi kebanyakan kerja di bidang tehnisi.
"baru pulang Dev?", kata Andra
"iyo ki Dra", kataku sambil duduk bergabung sebentar dengan mereka
"kerjo ae, duite emang metu mbendino po(kerja aja emang uang nya keluar tiap hari)", kata Aan menimpali
"aku ki dolanan yo(aku tu cuma main )", kata ku menimpali
"hahaahaha",tawa mereka semua.
ya begitu lah, pulang kerja aku tak langsung mandi dan bersih bersih tapi menyempatkan mengobrol dengan mereka, yah untuk melepaskan penat sehabis rutinitas.

Tetapi disela sela rutinitas ku yang menyenangkan itu ada Mas Raka yang tidak pernah senang dengan teman teman kosku.Semenjak aku dekat dengan teman teman kosku, Mas Raka bersifat pencemburu berat.
setiap telefon atau datang ke kosku, dia selalu ingin aku jauh dari teman teman kosku yang membuat aku selalu terhibur. Menghindari mereka sesuatu yang tidak pernah,dan tidak mungkin aku lakukan, aku tinggal dan hidup dengan merekka saat ini, jadi tidak akan mungkin aku jauh dari mereka semua yang sudah baik, dan akrab denganku.

"hallo", kataku disela sela obrolan kami malam itu
"dek dimana?" ,kata Mas Raka
"ini mas,sampai di kos", kataku
sambil aku menimpali kata kata teman temanku yang masih terus bersenda gurau
"Dek!!!, bisa ngga sih menjauh dikit?!!!!", katanya mulai menekan kata katanya
"ngga ini lagi pada ngobrol",kataku menjelaskan
"aku mau ngomong sama kamu, kamu ngga ada waktu buat aku apa gimana?, jauh dulu dsri semuanya,aku pengen kamu ada waktu buat aku!!!!!", katanya tegas
aku pun mengalah dan berpamitan dengan mereka untuk masuk kamar bersih bersih dan tentunya meneri.a telfon dari Mas Raka.

Begitulah sikap Mas Raka dengan teman teman di kos ku, sedikit sedih, dimana aku padahal ingin membawa mas Raka bergabung dengan mereka.Tetapi itu tidak bisa ia lakukan, yah berusaha memahami mungkin karena usianya yang terpaut jauh dengan teman teman di kosku sehingga dia lebih memilih menyendiri. Suatu hari , Mas Raka pun kembali tidak berkomunikasi denganku. Handphone selalu aktif akan tetapi, dia tidak mengangkat setiap telfonku, yah aku memahami lagi disetiap kegiatannya, mungkin dia lagi bersama komandan, dan tidak bisa diganggu, karena selalu itu alasan saat dia tidak bisa dihubungi atau menghubungiku.

Keputuskan untuk mengirim pesan singkat, kepadanya sekedar mengingatkan untuk makan, untuk semangat, untuk istirahat sejenak. Begitu seterusnya ku lakukan, sejujurnya aku sudah sayang kepadanya, rasa kangen sudah pasti ada, karena berjalannya waktu aku mulai mengenal dan memahaminya walaupun belum semua aku mengenalnya, tetapi dari hari ke hari aku mencoba memahami mungkin ini cara Tuhan menemukan kami.

To Mas Raka
  sibuk ya ?, jangan lupa makan mas
Begitulah setiap pagi siang sore bahkan malam aku mengirim pesan kurang lebih sama seperti itu. Sampai jarak yang aku tak tau kapan Mas Raka akan menghubungi ku lagi, meneleponku lagi untuk sekedar tau aku disini tetap menunggunya. Menunggu kapan aku bertemu dengannya lagi, menunggu kapan aku ditelefon lagu entah hanya menanyakan kabar, atau menunggu kapan pesan singkat ku itu dibalasnya. Ya Tuhan,lindungi dia dimanapun berada dampingi dia selalu dalam tangan Mu, begitulah doaku selalu dalam hati saat aku tak pernah tau dimana dia berada dan sedang apa saat ini .

Comments

Popular posts from this blog

MY TWIN MY LIFE

"Litaaaa,aku disini", Lina berlari "Lina,,kamu dimana", Lita meraba raba "Aaaaaa ketangkepp",kata Anak yang lain. "Aaaaaaa Linaa, sembunyi sembunyi aku maw kesana", kata Lita "Aaaaaaa tangkap ayo aku disini wek wek wek", kata anak anak. "Anak anak waktunya makan siang sayang", teng teng teng, kata Mba Ratih pengasuh mereka yang menghentikan permainan mereka,dengan memukul lonceng yang biasa dibuat tanda mereka istirahat, bekerja dan tidur. "Iya bu, makan apa hari ini kita", kata Lina manja dan mulai bergelayut di tangan Mba Ratih.

(ARAH) BAB 2 - PETUALANGAN

"beb, pulang yuk, udah jam 2 nih", kata Arta teman ku. "eh iya yuk, tunggu ya aku prepare dulu", kata ku "hari ini kamu lain lo kerja nya, semangat banget, cerita dong kenapa ?", kata Arta "haha masak sih, semangat, ya kan emang kerja harus semangat Ta", kataku mengalihkan pembicaraan seperti tak ada sesuatu yang special. Mungkin kalau aku membagikan nya pada Arta, dia akan ingin tahu lebih dalam, dan ini masih terlalu dini untuk menceritakan kejadian special ini yang tanpa tidak sadar sudah merubah semangat kerjaku.

Apa yang Gani minta?

Pas Umroh kemaren gue sering jalan bareng-bareng Gani, sepupu gue yang masih kelas 5 SD. Si Gani ini, solatnya kenceng banget. Waktu solat di raudoh (tempat diantara makam nabi ama mimbarnya, yang katanya bakal dikabulin segala doa), dia solat dengan sangat khusyuk, solat terusss kerjaannya.