Cegrekkkkk
Suara pintu tua dibuka,yahhh siapa lagi sikembar Lina dan Lita sepulang dari gereja langsung menuju kamar dan bersiap siap untuk berwisata sesuai info Ibu Nani kemarin.
"Lit,aduh aku bawa apa lagi ya,kok ada yang kurang ya dodo udah,baju udah,topi udah",kata Lina mempersiapkan tasnya yang sudah berkali kali ia buka tutup macam jalan.
"Hmm lin,ngga dibawa sekalian tempat tidur ini",kata Lita agak cuek.
"Mulai deh,lit,masa tempat
tidur dibawa huft",kata Lina cemberut.
"Lagian kamu gembul,ngapain bingung coba ,hmmmm",kata Lita
"Ihhh kamu yang gembulll,huuuuuuu",kata Lina tak terima
"Gembul gembul,ngga bisa larii jadi terus tiap main,wek wek wek",kata Lita mengejek
"Ihhhhh,litaaaa,biarin biarinnn",kata Lina sedikit berteriak.
"Hahaha, wek wek", kata Lita puas
"Diemmmmmmm,litaaa",kata Lina masih cemberut.
Yah,masih saja Lita yang cuek usil iseng menggoda saudaranya tak henti.
Ibu Nani yang mengetahui hal itu langsung mencegah perdebatan yang berlangsung dari kamar si kembar cantik itu.
"Heee Lita Lina kenapa kalian?",kata ibu Nani melihat Lita yang menjulurkan lidah dan Lina yang sudah cemberut dari awal.
"Lita tu bu,Lita",katanya menunjuk Lita
"Ehhh,sudah sudah Lita berhenti sayang",kata Ibu Nani
"Hehe iya bu,ayo Lina sayang,maf maaf deh",kata Lita sambil merangkul Lina.
"Ayo anak anak satu persatu tertib ya masuk di mobil ada 4 mobil yang ibu persiapkan,sudah masuk mobil absen yang rapi ya nak,biar ibu tidak kehilangan kalian,ayo ayo jangan lama lama nak ayo",kata Ibu Nani
Ya 4 mobil yang Ibu Nani dan Mba Ratih persiapkan untuk liburan itu 1 ajudan pribadi pak Handojo dan satu anggota suami Mba Ratih yang 2 lagi di bawa sendiri oleh pak Handojo dan adik iparnya.
Kebetulan sikembar cantik itu satu mobil dengan Ibu Nani dan Pak Handojo.Ya,seperti biasa anak anak kembar itu membuat dunianya sendiri yang membuat geli Ibu Nani dan Bapak Handojo dan 4 anak yang ada di mobil.Suasana yang menyenangkan dan memuaskan ibu Nani,anak itu membawa warna lain di Panti itu.
"Bu Nani,nanti disana kira kira,kita ngapain ya bu,hehe,naik naik apa gitu bu,jadi ngga sabar ni Lina",kata Lina
"Naik naik puncak gunung kali maksud kamu Lin",kata Lita
"Emang ia kita mau ke gunung bu? ,gunung mana ,emang ada gunung di jakarta ini?",kata Lina
"Iya ada Lin gunung puncak no dibogor iya kan bu?",kata Lita sok tau
"Itu kannn puncak pegunungan lita",kata Lina
"Ahhhaahha,Lina pengen ke puncak?",kata Pak Handojo,
"Ehhe,,kalo diajak Lina ngga nolak pak,tapi nanti disana ngapain ya pak,paling main main aja tapi kalo hawa dingin mending bobok",kata Lina
"Huuuu,bobok terus badan tu gembul ngga bisa sembunyi ,aku lagi deh nyelamatin kamu gara gara ngga bisa lari sama sembunyi",kata lita
"Ahaha,iya Lin,kapan kamu bisa lari lagi,,masa kakak terus yang bantuin kamu",kata kak Novi salah satu anak Panti itu.
"Kok sampai gembul sih,kan Lina tadi ngomong liburan ujung ujung nya ke permainan sih",kata Lina cemberut
"Lina mau tau biar Lina ngga dibilang gembul lagi sama temen temen? Bapak punya tipsnya loo",kata pak Handojo
"Caranya pak apa apa,tapi kan Lina ngga gembul,tapi gapapa deh",kata Lina ingin tau
"Lina ngecilin badan sama lari lari bisa bisa in ngumpet,bisa bisa in lari",kata Pak Handojo
"Sama dong pak hahahah,emang nasib loe gembul Lin",kata kaka Edo penghuni panti juga.
"Sudah sudah ah,ahha,kita mau ke lembang Lina sayang hehe",kata Ibu Nani mengakhiri perdebatan menggelikan itu.
"Lembang apa ya bu namanya,biar lina bayangin dulu hihi",kata Lina bersemangat
"Sudah lina sayang,sudah",kata ibu Nani menghentikan agar lina tidak jadi bulan bulanan satu mobil itu.
Beberapa Jam di mobil akhirnya mereka sampai De'ranch,tempat wisata bernuansa koboy di lembang bandung.Tempat asri itu sangat cocok bagi mereka bermain tidak berlebihan dan menambah kedekatan para penghuni panti itu.
Satu persatu mobil itu parkir dan Ibu Nani menunggu satu persatu anak anak panti turun dari mobil sambil mengecheck anak anak itu.Setelah lengkap mereka mulai berjalan mencari view yang bagus untuk anak anak bermain dan para pengurus itu bersantai.Sampailah mereka di pinggir danau yang dihiasi perahu perahu bebek yang bertebaran.
"Nah,anak anak sekalian kalian boleh bermain apapun juga tapi ingat jangan bermain sendiri dan jangan jauh jauh dari kelompok ya sayang ibu Nani dan Mba Ratih duduk disini",kata Ibu Nani.
Setelah mendengar arahan ibu Nani semuanya langsung menuju arena permainan dan berhamburan menciptakan dunia sendiri,bermain perahu bebek dan berlari larian kesana dan kesini.
Sikembar cantik tidak ikut,mereka lebih memilih duduk menikmati pemandangan sesekali dia mengelus elus kuda yang ada di sekitaran daerah itu.
Saat hari semakin siang ibu Nani memanggil anak anak itu untuk makan siang
"Anak anak,ayoo makan dulu,sudah main kalian ya sudah lengkap kan,sebentar ibu absen lagi,Edo,Lina,Lita......",sambil absen Mba Ratih dan suaminya membagikan makanan .
Mereka yang sudah menerima makanan duduk bergerombol dan mulai makan makanan itu.
"Anak anak setelah makan,buang sampah di plastik depan itu dan persiapkan kita segera pulang",kata ibu Nani.
Seusai mereka makan mereka mengikuti ibu Nani yang mengarahkan mereka untuk segera memasuki mobil bersiap untuk pulang.
Satu persatu secara teliti ibu Nani mengecheck kelengkapan mereka untuk kemudian kembali ke panti bersiap kembali ke rutinitas biasa.
Sepanjang perjalanan anak anak tak lagi mengeluarkan suara riang seperti tadi,yah mungkin mereka sudah lelah bermain dan mereka mengantuk.
Begitu juga si kembar Lita dan Lina tak ada celoteh lucu lagi,ya sudah terlelap tidur bersama kakak kakak itu yang juga terlelap menikmati perjalanan malam mereka.
"Yah,senang ya melihat mereka damai seperti ini,apalagi si kembar cantik ini,ibu ingin sekali mengangkatnya sebagai anak",kata Ibu Nani
"Iya bu,ayah juga seneng ibu bisa bahagia dengan mereka,tapi untuk mengadopsi anak itu,ayah tidak setuju bu,kita tidak boleh pilih kasih,kan kita sudah membangun panti ini ,anak anak panti ini tak ada yang boleh kita beda bedakan bu,biarkan semua ini jadi anak kita sebisa mungkin kita upayakan mereka semua ", kata Pak Handojo dengan wibawanya.
"Iya yah Ibu mengerti",kata Ibu Nani tersenyum melihat mereka bahagia.
Tak terasa mereka bercengkerama kesana kesini membicarakan acara besok dan yang lainnya,tak terasa mereka sudah sampai di panti itu.
Segera Ibu Nani membangunkan anak anak yang tertidur pulas,kecuali si kembar yang susah bangun,harus memerlukan gendongan kak Edo dan Kak Danang menuju kamarnya.
Dan mereka pun tertidur dikmaar masing masing,sebelum ibu Nani meninggalkan mereka,karena besok pagi hari Ibu Nani harus mendampingi Pak Handojo yang upacara pagi,maka Ibu Nani
mengecek satu persatu kamar anak anak itu memastikan mereka tidur,dan khusus si kembar cantik Ibu Nani atur alarm jam kecil yang terletak di samping tempat tidur mereka.
Setelah Ibu Nani dan Mba Ratih mengecheck semua nya maka Ibu Nani berpamitan pulang begitu juga Mba Ratih,mereka berpamitan dengan mang ujang si penjaga malam panti itu.
Suara pintu tua dibuka,yahhh siapa lagi sikembar Lina dan Lita sepulang dari gereja langsung menuju kamar dan bersiap siap untuk berwisata sesuai info Ibu Nani kemarin.
"Lit,aduh aku bawa apa lagi ya,kok ada yang kurang ya dodo udah,baju udah,topi udah",kata Lina mempersiapkan tasnya yang sudah berkali kali ia buka tutup macam jalan.
"Hmm lin,ngga dibawa sekalian tempat tidur ini",kata Lita agak cuek.
"Mulai deh,lit,masa tempat
tidur dibawa huft",kata Lina cemberut.
"Lagian kamu gembul,ngapain bingung coba ,hmmmm",kata Lita
"Ihhh kamu yang gembulll,huuuuuuu",kata Lina tak terima
"Gembul gembul,ngga bisa larii jadi terus tiap main,wek wek wek",kata Lita mengejek
"Ihhhhh,litaaaa,biarin biarinnn",kata Lina sedikit berteriak.
"Hahaha, wek wek", kata Lita puas
"Diemmmmmmm,litaaa",kata Lina masih cemberut.
Yah,masih saja Lita yang cuek usil iseng menggoda saudaranya tak henti.
Ibu Nani yang mengetahui hal itu langsung mencegah perdebatan yang berlangsung dari kamar si kembar cantik itu.
"Heee Lita Lina kenapa kalian?",kata ibu Nani melihat Lita yang menjulurkan lidah dan Lina yang sudah cemberut dari awal.
"Lita tu bu,Lita",katanya menunjuk Lita
"Ehhh,sudah sudah Lita berhenti sayang",kata Ibu Nani
"Hehe iya bu,ayo Lina sayang,maf maaf deh",kata Lita sambil merangkul Lina.
"Ayo anak anak satu persatu tertib ya masuk di mobil ada 4 mobil yang ibu persiapkan,sudah masuk mobil absen yang rapi ya nak,biar ibu tidak kehilangan kalian,ayo ayo jangan lama lama nak ayo",kata Ibu Nani
Ya 4 mobil yang Ibu Nani dan Mba Ratih persiapkan untuk liburan itu 1 ajudan pribadi pak Handojo dan satu anggota suami Mba Ratih yang 2 lagi di bawa sendiri oleh pak Handojo dan adik iparnya.
Kebetulan sikembar cantik itu satu mobil dengan Ibu Nani dan Pak Handojo.Ya,seperti biasa anak anak kembar itu membuat dunianya sendiri yang membuat geli Ibu Nani dan Bapak Handojo dan 4 anak yang ada di mobil.Suasana yang menyenangkan dan memuaskan ibu Nani,anak itu membawa warna lain di Panti itu.
"Bu Nani,nanti disana kira kira,kita ngapain ya bu,hehe,naik naik apa gitu bu,jadi ngga sabar ni Lina",kata Lina
"Naik naik puncak gunung kali maksud kamu Lin",kata Lita
"Emang ia kita mau ke gunung bu? ,gunung mana ,emang ada gunung di jakarta ini?",kata Lina
"Iya ada Lin gunung puncak no dibogor iya kan bu?",kata Lita sok tau
"Itu kannn puncak pegunungan lita",kata Lina
"Ahhhaahha,Lina pengen ke puncak?",kata Pak Handojo,
"Ehhe,,kalo diajak Lina ngga nolak pak,tapi nanti disana ngapain ya pak,paling main main aja tapi kalo hawa dingin mending bobok",kata Lina
"Huuuu,bobok terus badan tu gembul ngga bisa sembunyi ,aku lagi deh nyelamatin kamu gara gara ngga bisa lari sama sembunyi",kata lita
"Ahaha,iya Lin,kapan kamu bisa lari lagi,,masa kakak terus yang bantuin kamu",kata kak Novi salah satu anak Panti itu.
"Kok sampai gembul sih,kan Lina tadi ngomong liburan ujung ujung nya ke permainan sih",kata Lina cemberut
"Lina mau tau biar Lina ngga dibilang gembul lagi sama temen temen? Bapak punya tipsnya loo",kata pak Handojo
"Caranya pak apa apa,tapi kan Lina ngga gembul,tapi gapapa deh",kata Lina ingin tau
"Lina ngecilin badan sama lari lari bisa bisa in ngumpet,bisa bisa in lari",kata Pak Handojo
"Sama dong pak hahahah,emang nasib loe gembul Lin",kata kaka Edo penghuni panti juga.
"Sudah sudah ah,ahha,kita mau ke lembang Lina sayang hehe",kata Ibu Nani mengakhiri perdebatan menggelikan itu.
"Lembang apa ya bu namanya,biar lina bayangin dulu hihi",kata Lina bersemangat
"Sudah lina sayang,sudah",kata ibu Nani menghentikan agar lina tidak jadi bulan bulanan satu mobil itu.
Beberapa Jam di mobil akhirnya mereka sampai De'ranch,tempat wisata bernuansa koboy di lembang bandung.Tempat asri itu sangat cocok bagi mereka bermain tidak berlebihan dan menambah kedekatan para penghuni panti itu.
Satu persatu mobil itu parkir dan Ibu Nani menunggu satu persatu anak anak panti turun dari mobil sambil mengecheck anak anak itu.Setelah lengkap mereka mulai berjalan mencari view yang bagus untuk anak anak bermain dan para pengurus itu bersantai.Sampailah mereka di pinggir danau yang dihiasi perahu perahu bebek yang bertebaran.
"Nah,anak anak sekalian kalian boleh bermain apapun juga tapi ingat jangan bermain sendiri dan jangan jauh jauh dari kelompok ya sayang ibu Nani dan Mba Ratih duduk disini",kata Ibu Nani.
Setelah mendengar arahan ibu Nani semuanya langsung menuju arena permainan dan berhamburan menciptakan dunia sendiri,bermain perahu bebek dan berlari larian kesana dan kesini.
Sikembar cantik tidak ikut,mereka lebih memilih duduk menikmati pemandangan sesekali dia mengelus elus kuda yang ada di sekitaran daerah itu.
Saat hari semakin siang ibu Nani memanggil anak anak itu untuk makan siang
"Anak anak,ayoo makan dulu,sudah main kalian ya sudah lengkap kan,sebentar ibu absen lagi,Edo,Lina,Lita......",sambil absen Mba Ratih dan suaminya membagikan makanan .
Mereka yang sudah menerima makanan duduk bergerombol dan mulai makan makanan itu.
"Anak anak setelah makan,buang sampah di plastik depan itu dan persiapkan kita segera pulang",kata ibu Nani.
Seusai mereka makan mereka mengikuti ibu Nani yang mengarahkan mereka untuk segera memasuki mobil bersiap untuk pulang.
Satu persatu secara teliti ibu Nani mengecheck kelengkapan mereka untuk kemudian kembali ke panti bersiap kembali ke rutinitas biasa.
Sepanjang perjalanan anak anak tak lagi mengeluarkan suara riang seperti tadi,yah mungkin mereka sudah lelah bermain dan mereka mengantuk.
Begitu juga si kembar Lita dan Lina tak ada celoteh lucu lagi,ya sudah terlelap tidur bersama kakak kakak itu yang juga terlelap menikmati perjalanan malam mereka.
"Yah,senang ya melihat mereka damai seperti ini,apalagi si kembar cantik ini,ibu ingin sekali mengangkatnya sebagai anak",kata Ibu Nani
"Iya bu,ayah juga seneng ibu bisa bahagia dengan mereka,tapi untuk mengadopsi anak itu,ayah tidak setuju bu,kita tidak boleh pilih kasih,kan kita sudah membangun panti ini ,anak anak panti ini tak ada yang boleh kita beda bedakan bu,biarkan semua ini jadi anak kita sebisa mungkin kita upayakan mereka semua ", kata Pak Handojo dengan wibawanya.
"Iya yah Ibu mengerti",kata Ibu Nani tersenyum melihat mereka bahagia.
Tak terasa mereka bercengkerama kesana kesini membicarakan acara besok dan yang lainnya,tak terasa mereka sudah sampai di panti itu.
Segera Ibu Nani membangunkan anak anak yang tertidur pulas,kecuali si kembar yang susah bangun,harus memerlukan gendongan kak Edo dan Kak Danang menuju kamarnya.
Dan mereka pun tertidur dikmaar masing masing,sebelum ibu Nani meninggalkan mereka,karena besok pagi hari Ibu Nani harus mendampingi Pak Handojo yang upacara pagi,maka Ibu Nani
mengecek satu persatu kamar anak anak itu memastikan mereka tidur,dan khusus si kembar cantik Ibu Nani atur alarm jam kecil yang terletak di samping tempat tidur mereka.
Setelah Ibu Nani dan Mba Ratih mengecheck semua nya maka Ibu Nani berpamitan pulang begitu juga Mba Ratih,mereka berpamitan dengan mang ujang si penjaga malam panti itu.
Sipp...
ReplyDeleteTerimakasih gan,,, belum update cerita lagi... :D
Delete